Ini Zaman Perempuan Jadi Legislatif


MALANG - PILEG 2019 jadi jalan mudah bagi kaum perempuan mendudukkan wakilnya di gedung  dewan. Sebab kuota 30 persen caleg perempuan dijadikan syarat yang harus dipenuhi oleh semua parpol. Ini sesuai Peraturan KPU No 20 tahun 2018.
Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko mengatakan, setiap parpol wajib mendaftarkan caleg perempuan. “Setiap parpol maksimal mendaftarkan caleg sebanyak tujuh orang. Sedangkan 30 persennya atau 2-3 orang harus perempuan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, posisi pendaftaran  caleg perempuan ada tiga simulasi. Yakni dari daftar tujuh calon, ditempatkan pada nomor urut 3,5,7, untuk simulasi pertama. Sedangkan simulasi kedua, nomor urut 1,2,3 dan simulasi terakhir nomor urut 3,4. Penempatan nomor urut ini, kata dia, sudah harus diketahui oleh seluruh parpol. Apabila saat mendaftar tidak menerapkan simulasi seperti itu, kata dia, maka harus dibenahi.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk daerah pemilihan (dapil) sama seperti pemilu sebelumnya. Yakni terdapat tujuh dapil di Kabupaten Malang. Enam dapil di antaranya  memperebutkan tujuh kursi dan satu dapil memperebutkan delapan kursi.  
Santoko mengatakan, peluang caleg perempuan lolos dalam tiap dapil sangat besar. Saat ini dia memprediksi sekitar 28-42 caleg perempuan yang akan mendaftar.
Sementara itu, Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Malang Hari Sasongko sudah mempersiapkan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. “Untuk caleg perempuan sudah kami daftarkan kepada DPP secara bersama-sama. Saat ini kami tinggal menunggu keputusan serta penetapan dari DPP,” katanya saat dihubungi, kemarin.
Disinggung mengenai mekanisme input data caleg melalui situs Silon KPU,  kata Hari Sasongko, memang belum dilakukan.
Ketua DPC PPP Kabupaten Malang H Achmad Daniyal mengaku tidak kesulitan untuk mengisi 30 persen keterwakilan perempuan. “Seluruh nama caleg yang akan kami daftarkan sudah dipersiapkan, termasuk caleg perempuan. Karena kami juga banyak kader perempuan,” katanya di lain tempat.   
Sementara itu, Ketua KPU Kota Batu, Rochani M.P mengatakan, setiap interval urutan caleg wajib ada perempuan. Sehingga ada peluang besar bagi perempuan untuk mengisi 30 persen dari 100 persen kursi dari empat dapil yang ada di Kota Batu.
"Setiap parpol harus mendaftarkan calon sekurang-kurangnya 30 persen untuk perempuan. Misalnya untuk dapil Kota Batu 1 yang memiliki 7 kursi, 3 kursi di antaranya harus diisi perempuan," ujar Rochani kepada Malang Post.

Berita Lainnya :