Demokrat Persilahkan Bawaslu Usut Dugaan Politik Uang


MALANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat buka suara terkait dengan dugaan politik uang dua calon dari partainya. Tidak hanya menyesalkan, namun DPC Partai Demokrat juga memberikan lampu hijau Bawaslu untuk melanjutkan penyidikan. "Jika memang cukup bukti dan saksi, monggo. Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain mendukung proses penegakan hukum yang ada," kata Sekretaris DPC Partai Demokrat, Kabupaten Malang, Josua Sebayang.
Dihubungi Malang Post, Josua juga mengatakan, tak akan menghalangi penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan anggota Bawaslu. Tak terkecuali jika dugaan politik uang tersebut juga menyeret caleg lainnya.
Dihubungi Malang Post, Josua mengatakan, sebetulnya pihaknya sangat prihatin, dengan mencuatnya perkara ini. Terlebih sebelumnya, DPC Partai Demokrat sudah sejak awal telah memberikan bekal, kepada para caleg agar mereka berjuang dengan cara yang terhormat. "Di awal kami sudah sampaikan kepada para caleg, agar mereka berjuang sesuai aturan, dan tidak melakukan pelanggaran. Nah, jika itu kemudian ada caleh yang melalukan hal yang menyalahi aturan, maka risiko ditanggung para caleg," tambahnya.
Josua juga menyebutkan, jika perkara dugaan politik uang ini membuat pihaknya pusing. Bahkan, saat informasi ada caleg melakukan politik uang itu muncul, dia tak berhenti menerima telepon. Baik itu dari masyarakat, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ataupun dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Sebagai pengurus, Josua telah menyampaikan semuanya.
"Sekarang tahapnya masih melakukan pemeriksaan saksi, untuk klarifikasi. Kami ikuti saja proses hukumnya," urainya.
Josua mengatakan, jika sampai dengan saat ini, dua caleg yang diduga melakukan politik uang belum melakukan konfirmasi apapun. Tapi begitu bukan berarti Partai Demokrat diam. Dalam waktu  dekat Partai Demokrat akan memanggil kedua caleg tersebut.
Seperti diketahui, Bawaslu Kabupaten Malang menangani praktik politik uang yang diduga melibatkan TN, caleg DPRD Kabupaten Malang dari Partai Demokrat. TN yang dalam surat suara berada di nomor urut 1 daerah pemilihan (Dapil) II ini diduga membagi-bagikan uang kepada para kader. Selain TN, praktik politik uang juga dilakukan NS. NS merupakan caleg DPR RI dari Partai Demokrat, nomor urut 13 dengan daerah pemilihan Malang Raya. (ira/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :