Catat Partisipasi Terbesar


BATU – KPU Kota Batu mencatat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 sebanyak 86,50 persen dari 154.832 daftar pemilih tetap. Partisipasi ini merupakan prosentase pemilih terbanyak dari berbagai Pemilu yang sudah terlaksana di kota wisata ini, KPU Kota Batu juga tidak mendapatkan laporan kecurangan hingga gugatan dari Parpol maupun caleg dalam Pemilu 2019 ini.
"Pelaksanan Pemilu 2019 di Kota Batu berjalan lancar. Ini berkat peran serta stake holder dan media massa dalam mengawal jalannya Pemilu dari awal hingga akhir. Partisipasi pemilih dari pemilu-pemilu sebelumnya di Kota Batu masih di bawah partisipasi sekarang," ujar Ketua KPU Kota Batu, Saifudin Zuhri dalam evaluasi dengan media massa pasca Pemilu 2019 di kantor KPU Kota Batu, Selasa (11/6).
Pihaknya menapresiasi media massa yang telah mengawal jalannya proses Pemilu 2019. Media masa mengawal mulai verifikasi, penetapan daftar calon tetap (DCT), hingga rekapitulasi suara.
Meski secara garis besar, kata dia, Pemilu tersebut sukses, namun masih ada kekurangan. Kekurangan tersebut adalah sosialiasi kepada masyarakat yang masih belum maksimal. Kedepan, KPU harus lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui media atau langsung dilakukan komisioner. Dengan begitu Pemilu serentak 2024 harus berjalan lebih baik lagi.
"Kami juga akui adanya kekurangan. Kerja sama dengan media massa sebagai jendela masyarakat mencari informasi harus semakin ditingkatkan. Masyarakat bisa mengintip semua kegiatan dan proses Pemilu di KPU Kota Batu lebih gambang," paparnya.
Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman S.T menambahkan pihaknya, mencatat masih ada pelanggaran. Terbanyak  pelanggaran adalah alat peraga kampanye (APK) sebanyak 400 kasus.
Selain pelanggaran APK, evaluasi utama dalam Pemilu 2019 adalah produk knowledge yang masih minim diketahui calon pemilih. Menurutnya apa yang harus dipahami petugas di lapangan harus semakin banyak sehingga mereka mudah member penjelasan kepada calon pemilih.  
"Produk knowledge dalam Pemilu tahun ini kami rasa sangat minim. Terutama untuk bimtek bagi petugas Pemilu yang mengakibatkan salah paham di lapangan," ujarnya.

Ia mencontohkan, rekap data tak muncul dalam perhitungan Pemilu. Beruntung panitia pemungutan suara (PPS) memiliki data digital sehingga tak perlu membuka kotak suara untuk penghitungan ulang. 
Lebih dari itu, Bawaslu juga mengapresiasi kinerja KPU Kota Batu karena telah melibatkan seniman, penyandang disabilitas tomas, dan toga untuk pengawasan proses pemilu. Hingga proses gugatan di Pilpres di MK, sejauh ini Bawaslu Kota Batu tidak menemukan laporan kecurangan, termasuk gugatan ditujukan kepada KPU Kota Batu. (eri/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :