Awas, Incumbent Jangan Melalaikan Tugas


 
MALANG – Banyaknya anggota dewan lama mencalonkan kembali (Incumbent) pada Pileg 2019 disoroti oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prodesa. LSM ini mengkhawatirkan incumbent akan melalaikan tugasnya. Lantaran mereka sibuk dengan persiapan Pileg dan padatnya agenda kampanye untuk meraih simpati rakyat.
Koordinator LSM Prodesa Khusaeri mengatakan, ada beberapa tugas yang diselesaikan anggota dewan di sisa jabatannya pada periode 2014-2019. Di antaranya tugas yang diselesaikan seperti pembahasan dan pengesahan sejumlah Peraturan Daerah (Perda), Perubahan APBD 2018, dan penyusunan APBD 2019.
“Jangan sampai saat mereka sibuk mencalonkan diri kembali, malah melalaikan tugasnya. Kalau ini terjadi maka yang dirugikan masyarakat,” ujar Kusaeri. Dia melanjutkan, kalau pembahasan anggaran mangkrak, maka pembangunan tidak berjalan. Hasil pembangunan tidak bisa dinikmati masyarakat karena anggota dewan sibuk jadi caleg.
Menurutnya, sesuai etika dan aturan, anggota DPRD Kabupaten Malang tidak boleh meninggalkan tugas pada saat jam kerja untuk mengurusi kepentingan Partai Politik. Ini dikarenakan gaji anggota DPRD selalu diterimakan 100 persen. Itu kata dia, belum termasuk penghasilan berupa tunjangan jabatan beserta tunjangan lainnya.
“Mereka digaji oleh rakyat melalui pajak, jangan sampai pembahasan anggaran pembangunan terbengkalai,” tegasnya. Masih kata Khusaeri, bila melihat dari tahapan Pileg 2019 yang kini mulai berjalan, waktunya sangat panjang. Nantinya setelah proses pendaftaran caleg selesai akan dilanjutkan dengan masa sosialisasi dan kampanye caleg.
Hal itu, kata dia, kondisi diperparah ketika Parpol menyiapkan Pilpres yang dipastikan akan menyita waktu anggota DPRD Kabupaten yang semuanya juga menjadi pengurus parpol. Di samping itu, parpol juga mengajak seluruh bacaleg untuk melakukan konsolidasi internal yang bertujuan untuk meraih suara terbanyak.
“Seharusnya, kalau ada anggota dewan mangkir dari rapat paripurna maupun tugas lainnya, maka sesuai aturan gajinya harus dipotong,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Darmadi menegaskan, bahwasanya pembahasan serta rapat paripurna harus dikebut, ini lantaran memburu sisa waktu yang ada. 
Selain itu, dia memastikan seluruh anggota dewan berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaannya. “Terutama menyelesaikan beberapa Ranperda yang belum digedok. Sehingga, sebelum akhir tahun nanti kami optimis seluruh Ranperda selesai digedok melalui Sidang Paripurna Istimewa,” jelasnya. (big/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :