Awali Kampanye, Anton-Syamsul Pilih Blusukan

 
MALANG - Blusukan dan dor to dor ke rumah-rumah warga menjadi model kampanye toga pasangan calon kepala daerah di Kota Malang. Pasangan H Moch Anton - Syamsul Mahmud (ASIK) selama empat bulan ke depan akan mengandalkan blusukan ke warga Kota Malang.
“Insya Allah kami mulai kampanye sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan KPU. Kampanye perdana kami di wilayah Kecamatan Sukun,” kata Ketua Tim Kampanye ASIK Arief Wahyudi kepada Malang Post.
Arief menyebutkan, memilih metode blusukan dan dor to dor ke rumah-rumah warga merupakan cara efektif untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.“Bertemu langsung dengan masyarakat, paslon akan menyampaikan visi dan misinya,” terang mantan anggota DPRD Kota Malang itu.
Bukan itu saja, Arief menyebutkan dengan bertemu langsung, pasangan calon yang didukungnya akan memahami problem yang ada di masyarakat.
“Ada proses dialog, semua keluhan diinventarisir untuk kemudian dicarikan solusi,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan H Moch Anton. Calon walikota dengan nomor urut 2 ini akan banyak mendatangi masyarakat secara langsung. Melalui program blusukan ini, dia berharap masyarakat semakin mengenal dirinya.
“Modelnya biasa saja, kita blusukan. Sama tim, sama-sama mendatangi warga,” ungkapnya.
Anton juga mengaku jika model blusukan, dia akan lebih mengetahui problem di masyarakat, dan tentu saja akan cepat mendapatkan solusi, seperti yang selam ini dilakukannya setiap dua minggu sekali.
“Banyak masyarakat yang mengundang dan  ingin saya datang di acara,” tambahnya.
Sementara itu pasangan nomor urut 3 yakni Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko juga melakukan hal yang sama. Pasangan dengan akronim SAE ini akan mengintensifkan kegiatan-kegiatan blusukan.“Metode kami blusukan. Kita mendatangi warga, tak sekadar mengenalkan diri, tapi juga menjaring aspirasi secara langsung,” kata Ketua Tim Pemenangan SAE, Wisnu Murti Wibowo.
Wisnu menyebutkan, jika mendatangi warga secara langsung sangatlah efektif. Terlebih karena selain melakukan jaring aspirasi sekaligus bisa memberikan solusi.
“Warga perlu didengar keluhannya, tentu tak sekadar mendengar, tapi juga dicarikan soslusinya. Inilah yang nanti kami lakukan,” tambahnya.
Selain itu, Wisnu juga menyebutkan, pasangan SAE akan banyak mendatangi kegiatan-kegiatan religi. Bukan kemudian agama dijadikan alat mendekati warga. Tapi melalui kegiatan religi, harapannya ada Pilkada Kota Malang pun berlangsung damai, aman dan kondusif.(ira/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :