Aman, Caleg Harus Rebut 8.000 Suara


MALANG - Persaingan di Lowokwaru juga tak seketat lima tahun lalu. Pada pemilu 2014, Lowokwaru disebut dapil neraka. Sebab sejumlah tokoh dan ketua parpol bertarung di kawasan tersebut. Di antaranya Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang, Arif Darmawan dan Ketua PDIP saat itu, M Arief Wicaksono. Kini Arief Wicaksono menjalani hukuman pasca divonis penjara 5 tahun lantaran tersangkut kasus suap APBD-P tahun 2015.
Persaingan yang tak begitu ketat membuat parpol menambah target perebutan kursi dewan. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang I Made Rian D Kartika menjelaskan, pihaknya memasang target maksimal 15 kursi dalam Pileg 2019 mendatang.
“Target minimal bertahan di 11 kursi. Tapi maksimal kita bisa dapat 15 kursi. Kalau di atas itu perolehannya, ya jadi bonus,” papar Made saat dikonfirmasi kemarin. Ia menambahkan, segera mendaftarkan 100 persen kuota caleg yang disediakan untuk bacaleg yakni 45 orang.
Sementara di kubu PKB Kota Malang, Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKB Kota Malang Arif Wahyudi menjelaskan pihaknya menargetkan kursi terbanyak. “Karena target kami adalah kursi ketua dewan,” tegas Arif kemarin.
Ia menyampaikan, saat ini PKB Kota Malang mendapatkan sebanyak 49 orang bakal calon. Dari jumlah itu, PKB masih akan menyeleksi untuk mendaftarkan hanya 45 orang saja ke KPU Kota Malang.
Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen menjelaskan dari 16 parpol peserta pemilu, terdapat empat parpol baru. Yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Berkarya, dan Partai Garuda.
“Masing-masing parpol dapat mengajukan sebesar 100 persen dari kuota kursi yang tersedia. Jadi jika ada 45 kursi di DRPD Kota Malang sekarang, maka masing-masing parpol bisa mengajukan maksimal 45 orang calonnya,” ungkap Ashari.
Jika 16 partai ini mengajukan 100 persen kuota caleg, maka yang akan muncul di Kota Malang sebanyak 720 orang caleg. Mereka memperebutkan 45 kursi di dewan.
Berdasarkan pemilu legislatif tahun 2014 lalu, perolehan suara calon pemenang per dapil untuk mengamankan satu kursi dewan yakni harus memperoleh minimal 6.000 suara sampai 8.000 suara.
Hal ini berdasarkan hasil perolehan parpol pemenang di tiap dapil pada Pileg 2014 lalu. Ia menjelaskan di Kecamatan Kedungkandang dan Blimbing kurang lebih masing-masing 8.000 suara, Kecamatan Klojen 4.500 suara, Kecamatan Lowokwaru sekitar 9.000 suara, dan Kecamatan Sukun sekitar 8.900 suara.
“Setiap partai memiliki peluang sama. Sebenarnya perang caleg ini ada di dapil bukan perebutan kursi di dewan. Hanya tinggal dilihat potensi suara yang dapat didulang saja di tiap dapil itu,” paparnya. (ica/van/han)

Berita Lainnya :