Ratusan Personel Polri-TNI Amankan Pendaftaran Capres


 
JAKARTA - Polisi mengantisipasi kemungkinan terburuk saat pendaftaran bakal calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/8). Salah satunya mengantisipasi kemungkinan antar pendukung kubu capres-cawapres bertemu pada satu titik yang sama yang bisa menimbulkan gesekan.
Jika kedua pasangan capres-cawapres mendaftar pada waktu yang bersamaan, para pendukung pun diupayakan supaya tidak berada di satu titik yang sama. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan ratusan personel gabungan Polri dan TNI diterjunkan untuk pengamanan saat pendaftaran. 
Sementara rekayasa lalu lintas akan dilakukan tergantung situasi di lapangan. "Ratusan personil gabungan TNI Polri (diterjunkan). Alih arus situasional," ujarnya, Kamis (9/8).
Kapolsek Menteng AKBP Dedy Supriadi menambahkan pengamanan dilakukan secara gabungan oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng. Sebelum pengamanan pendaftaran dilakukan juga akan digelar apel persiapan pengamanan. "Besok akan dilakukan apel dulu seperti biasa," ujarnya. 
Dedy mengaku pihaknya juga turut hadir saat simulasi yang dilakukan oleh KPU terkait pendaftaran capres-cawapres. Hal tersebut juga diperhatikannya dengan seksama supaya pengamanan juga tidak mengganggu proses pendaftaran yang berlangsung nantinya. 
KPU sendiri mengimbau supaya kedua paslon tidak mendaftar dalam waktu yang bersamaan. Proses pendaftaran yang bersamaan berpotensi menimbulkan gesekan antarmassa pendukung masing-masing paslon. 
Kericuhan sempat terjadi antar pendukung parpol saat mendaftar berkas caleg ke KPU. Kericuhan itu terjadi antara massa PDIP dengan massa dari Perindo. Dedy mengatakan untuk mengantisipasi pendaftaran dalam waktu bersamaan yang mungkin dilakukan oleh paslon, kedua massa pendukung akan diarahkan pada pintu yang berbeda. 
"Antisipasinya kan ada dua pintu, kalau berbarengan datang yang satu pintu sana, yang satu pintu sini. Kalau pendaftaran kan enggak boleh masuk semua dibatasin dari KPU," tuturnya. 
Dedy mengaku pihaknya juga mengharapkan tidak terjadi bentrokan saat pendaftaran yang berlangsung besok. "Iya jangan sampai bareng, yang penting kita mengamankan jangan sampai terjadi gangguan dan chaos," ucapnya. (cnn/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :