Ma'ruf Amin Bersyukur, Mahfud MD Legawa


 
JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengucapkan rasa syukur setelah dipilih oleh Joko Widodo (Jokowi) menjadi pendampingnya. Ia tidak menyangka bakal ikut kontestasi di Pilpres 2019 mendatang. "Tentu saya bersyukur pada Allah, Alhamdulillah tanpa saya duga dipilih jadi cawapres Jokowi," ujar Ma'ruf Amin.
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga berharap, semoga bisa terpilih dalam pilpres. Sehingga bisa mendampingi Jokowi dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan selama lima tahun mendatang.
"Mudah-mudahan bisa nanti sampai terpilih dan menjalankan tugas-tugas menjadi kewajiban dalam rangka membantu presiden," katanya.
Menurut Ma'ruf Amin, pemilihan dirinya ini memberikan penghargaan kepada Nahdlatul Ulama (NU). Sebab dirinya tidak akan dipilih menjadi cawapres apabila bukan karena menjabat sebagai Rais Aam PBNU.
"Jadi itu artinya Pak Jokowi menghargai ulama NU. Ini harus dibalas para ulama NU dengan mendukung beliau," ungkapnya.
Jokowi menunjuk  Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya dengan berbagai alasan. Di antaranya karena dia adalah tokoh agama dengan segudang pengalamannya di pemerintahan dan juga sebagai anggota dewan.
Misalnya kata Jokowi, Ma'ruf Amin pernah menjabat sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Bahkan saat ini menjabat sebagai Rais Aam PBNU, Ketua MUI, dan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Jokowi mengatakan sosok dirinya dan Maruf Amin adalah perpaduan nasionalis dan religius. Sehingga target merebut hati rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya bakal ia lakukan.
Dalam memilih Ma'ruf Amin dikatakan Jokowi sudah melalui proses yang panjang. Misalnya meminta masukan dari elemen masyarakat dan juga dari partai-partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang‎.
 
Sempat Siap Deklarasi, Mahfud MD Legawa
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sempat diminta mempersiapkan diri oleh kubu Jokowi. Ia bahkan sudah mengurus persyaratan sebagai cawapres. Hingga kemarin sore, sudah santer beredar kabar Mahfud MD sebagai pendamping Jokowi. Namun peta politik mendadak berubah.
Usai gagal jadi cawapres, Mahfud mengaku telah bertemu Jokowi. Setelah berbincang, dia paham dengan keputusan meminang Ma'ruf. Oleh karena itu dipastikan tidak ada gesekan di antara mereka.
"Saya sudah ketemu pak Jokowi, saya katakan, saya maklum. Seumpama saya jadi pak Jokowi mungkin saya akan melakukan hal yang sama karena kan situasinya ini politik segala sesuatunya bisa terjadi," ujar Mahfud di MMD Institute Jalan Kramat Raya, Salemba, Jakarta Pusat.
Lebih lanjut ia menuturkan telah menyampaikan curahan hatinya kepada Jokowi. Dia juga sudah menyatakan telah legawa atas pilihan Jokowi menunjuk Ma'ruf Amin. "Saya sampaikan ke Pak Jokowi saya tidak kecewa tetapi memang kaget, tetapi sekarang sudah selesai kagetnya dan saya katakan 'pak Jokowi nggak usah merasa bersalah atau apa, wong sayapun tidak apa'," terangnya.
"Itukan dia dihadapkan pada situasi harus membuat keputusan yang kalau tidak ada keputusan, beresiko kan bagi dia karena harus ada yang menandatangani koalisi itu," sambungnya.
Di sisi lain ia mengaku mulai menyadari tidak dipilihnya menjadi cawapres setelah menunggu beberapa saat setelah tak kunjung adanya kepastian. Hal itu pula yang membuatnya memutuskan meninggalkan area deklarasi.
"Sampai sore itu beritanya masih simpang siur, nah kalau sudah lebih setengah jam berita simpang siur berarti tidak akan ada sesuatu yang diharapkan, ya pulang," katanya, kemarin. (jpg/van)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :