Kepala Dipukul Bambu Saat MOS, Siswa SMA Taruna Tewas


PALEMBANG - Seorang siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang, Delwyn Berli (14), meninggal dunia saat mengikuti rangkaian kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah.
Delwyn Berli Juliandro (14) meninggal di RS Myria, Palembang. Korban disebut sempat kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rangkaian kegiatan MOS, Jumat (12/7) malam.
Melihat kondisi korban kejang, panitia pun langsung membawa korban ke RS Myria. Korban dilaporkan meninggal pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 04.00 WIB.
Ibu kandung korban, Berce (41) yang tak terima langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang. Dalam laporan itu, Berce melihat banyak luka lebam di tubuh korban.
Polisi memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab tewasnya korban. "Sudah ada lebih dari 8 saksi yang kami periksa. Pemeriksaan terkait meninggal korban," kata Kapolresta Palembang, Kombes Didi Hayamasyah, kemarin.
Didi mengatakan, saksi yang diperiksa adalah kepala sekolah, Tarmizi, serta teman satu kelompok korban saat MOS. Pemeriksaan dilakukan di Polresta Pelambang. Setelah dilakukan pemeriksaan, Polresta Palembang menetapkan seorang tersangka, terkait kematian DBJ (14) saat mengikuti MOS di SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, Palembang.
Kasatreskrim Polresta Palembang Komisaris Yon Edi Winara mengatakan, tersangka tersebut adalah Obby Frisman Arkataku (24), pria yang berstatus sebagai pembina di SMA tersebut. Yon menjelaskan pihaknya menetapkan Obby sebagai tersangka pada Minggu (14/7) setelah diperiksa secara intensif oleh penyidik.
"Sejauh ini hasil penyelidikan baru mengarah kepada 1 tersangka. Apabila ada barang bukti lain yang cukup signifikan, mungkin bisa bertambah [jumlah tersangka]. Sejauh ini baru 1 [tersangka]," ujar Yon, Palembang, Senin (15/7).
Yon menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui motif Obby menganiaya DBJ karena kesal dan menganggap korban kerap bermalas-malasan selama MOS. Tersangka pun kesal saat korban memaki pelaku yang bersikap kasar kepada dirinya. "Motifnya kesal, katanya korban ini malas-malasan. Korban dikasari, lalu dipukul pakai bambu. Korban memaki pelaku setelah dipukul pakai bambu dan membuat pelaku kesal," ujar Yon.
Kata Yon, tersangka menarik korban yang dalam posisi terduduk hingga kepalanya membentur aspal. Akibat benturan di kepala tersebut, korban tidak sadarkan diri dan dilarikan ke sekolah.  Di sekolah, korban mulai kejang-kejang dan saat dibawa ke rumah sakit, korban meninggal dunia.
DBJ mengalami kejang-kejang di asrama sekolah usai mengikuti proses orientasi yakni berjalan sejauh 4 kilometer pukul 24.00 Jumat (12/7). Namun pukul 01.00, Sabtu (13/7), setibanya di kawasan Sukabangun, DJB pingsan saat disuruh berjalan ke parit selebar 2 meter. Akibat kejang-kejang tersebut, pihak sekolah membawa DBJ ke RS Myria Palembang untuk diberikan pertolongan medis namun nyawa DBJ tidak tertolong. Pihak sekolah kemudian mengabarkan kematian DBJ ke pihak keluarga yang segera membawa jenazah ke RS Bhayangkara Palembang untuk keperluan autopsi karena mencurigai luka memar pada bagian kaki korban.
Terpisah, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyelesaikan investigasi dalam kasus meninggalnya siswa SMA Taruna, Delwyn Berli (14). Disebutkan, korban sempat mengeluh sakit mag saat hari terakhir sebelum tewas. "Pihak sekolah bilang siswa ini sempat mengeluh sakit saat hari terakhir MOS, setelah salat Jumat," kata Kadisdik Sumsel Widodo saat ditemui di SMA Taruna, kemarin.
Menurut Widodo, karena korban sakit, panitia kemudian sempat bertanya kepada seluruh peserta MOS apakah ada yang sakit. Namun seluruh peserta MOS menjawab dalam kondisi baik-baik saja. "Sesuai standar, sempat ditanya panitia apakah ada peserta sakit, tetapi dijawab tidak ada, maka kegiatan pun dilanjutkan lagi," kata Widodo.
Setelah kegiatan MOS dilanjutkan, tiba-tiba korban berteriak dan mengeluh sakit di badannya. Korban pun langsung diberi pertolongan. Tidak hanya itu saja, korban pun kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia di RS Myria, Palembang, pada Sabtu (13/7) dini hari. (cnn/det/udi)

Berita Terkait