Empat Girder Jatuh, Satu Tewas


PASURUAN - Konstruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan ambruk kemarin (29/10). Empat buah girder yang baru saja dipasang jatuh. Seorang pekerja konstruksi dilaporkan tewas dan dua pekerja mengalami luka berat.  Girder adalah balok di antara dua penyangga di jembatan atau fly over.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja mengatakan, berdasarkan penjelasan PT Waskita Karya, girder di Kecamatan Grati itu dalam proses pemasangan dengan menggunakan dua buah crane berkekuatan 250 ton dan 150 ton.
"Pemasangan sudah dimulai sejak Sabtu dan telah menyelesaikan pemasangan tiga girder," kata Endra saat dihubungi kemarin.
Endra menjelaskan, setelah tiga girder tersebut terpasang, proses pengikatan kemudian dilakukan dengan memasang bracing. Keesokan harinya, girder keempat menyusul dipasang. Saat girder keempat sedang diatur untuk ditempatkan pada dudukannya, girder itu mengenai girder yang telah terpasang.
"Itu yang menyebabkan tali crane putus dan girder ketiga menyentuh girder lain yang sudah terpasang dan berakibat keempat girder jatuh secara bersamaan," ungkap Endra.
Terkait dengam insiden tersebut, Kementerian PUPR telah menurunkan tim untuk melakukan evaluasi desain, tes, dan metode kerja yang dilakukan oleh kontraktor. Kementerian PUPR juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk penanganan korban lebih lanjut.
Endra mengatakan, pihaknya meminta seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan kontraktor pelaksana untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk menghindari kejadian serupa. "Kami juga meminta BUJT dan kontraktor pelaksana untuk menyusun langkah-langkah pengendalian dan meningkatkan pengawasan pelaksanaan metode kerja dan prosedur K3  dilakukan secara ketat dalam kegiatan konstruksi jalan tol," kata Endra.
Melalui keterangam resmi, Kepala Proyek Kadek Oka Swartana mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya penanganan di lapangan agar tidak membahayakan pekerja lain. Yakni mensterilkan lokasi kejadian dengan membuat membuat pagar pengaman keliling lokasi dan menutupnya dengan terpal.
"Kami juga menambahkan rambu-rambu di sekitar lokasi kejadian, menjaga lokasi kejadian, dan berkoordinasi dengan pihak keamanan," kata dia.
Jalan tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 31,3 kilometer merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa. Ruas tol tersebut rencananya sudah bisa dilewati masyarakat pada akhir 2018 mendatang. Proyek jalan tol itu dimulai pada 2016 dengan nilai kontrak Rp 2,9 triliun.
Pembangunan proyek ini terdiri dari tiga seksi. Yakni seksi 1 sepanjang 8 kilometer melewati Grati-Nguling, seksi 2 perbatasan Nguling, Pasuruan-Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 kilometer, dan seksi 3 Sumberasih-Leces sepanjang 17,3 kilometer. (and/jpg/han)