Belum Temukan Penyebab Ambruknya Flyover Tol PasPro


 
PASURUAN - Polda Jatim mengebut penyelidikan ambruknya flyover Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Kabupaten Pasuruan. Tim Labfor bahkan sudah tiga kali mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Hari ini olah TKP yang ketiga. Saya mendampingi Tim Labfor untuk melakukan beberapa kegiatan-kegiatan untuk mencari tahu kemarin penyebabnya seperti apa," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Boby Pa'ludin Tambunan, di lokasi, Kamis (2/11/2017).
Ada beberapa kegiatan yang dilakukan Tim Labfor dalam olah TKP tersebut. Menurut Boby, setiap hasil temuan yang diperoleh akan dikaji dan dianalisa.
"Yang jelas tim melakukan serangkaian penyelidikan untuk membuat terang. Secepatnya lah kita tuntaskan pekerjaan ini," tandasnya.
Sampai hari ini, kata Boby, sudah 19 saksi yang diperiksa. Namun demikian, belum ada satupun tersangka.
"Belum ada tersangka," tandasnya.
Pantauan di lokasi, Tim Labfor didampingi Jatanras melakukan pemeriksaan dua tiang fly over yang sedianya akan dipasang girder. Mereka mengamati setiap detil kerusakan yang ada pada tiang tersebut.
Tim juga memeriksa dua crane yang digunakan memasang girder saat kejadian. Crane tersebut posisinya masih tak berubah sejak awal. Petugas juga membuka 4 bentang girder yang ambruk.
Mereka memeriksa dan memotret patahan-patahan balok-balok beton sepanjang 50,8 meter dengan berat 100 ton tersebut. Olah TKP pertama dilakukan pada Senin 30 Oktober sehari setelah kejadian. Olah TKP kedua dilakukan pada Selasa 31 Oktober. Dan hari ini dilakukan olah TKP yang ketiga. 
Terpisah, Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan pengerjaan proyek Tol Pasuruan-Probolinggo (PasPro) akan tepat waktu. Pembangunan tol tidak terpengaruh dengan insiden jatuhnya girder flyover.
"InsyaAllah tetap lancar. Kami juga mohon maaf, kemarin ada kecelakaan dan kami mendorong terus kalau pembangunan tersebut harus tepat waktu," kata Rini Soemarno, usai acara penyerahan SK Pengelolaaan Hutan di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Kamis (2/11/2017).
Pembangunan proyek tol Pasuruan-Probolinggo dengan panjang 31 KM tersebut, ditargetkan beroperasi pada bulan Juli 2018.
"Ada Seksi yang lain, seksi jembatan penyeberangan masyarakat yang tidak ke tol. Jadi jalan tolnya tetap berjalan prosesnya," ungkap Rini.
Saat ditanya progres tol Pasuruan-Probolinggo yang baru mencapai 47,63 persen, Rini mengaku belum melihat lokasi.
"Kita lihat mana seksi-seksi yang sudah selesai dan mana yang harus dikebut," pungkasnya. (dtc/ra/udi)