Wabup Sanusi: Situs Sekaran, Destinasi Wisata Purbakala


MALANG - Wakil Bupati (Wabup)  Malang, H. M.  Sanusi, akhirnya meninjau Situs Sekaran, di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Selasa  (2/4) . Sanusi menegaskan bahwa Pemkab siap menangani Situs Sekaran untuk dijadikan destinasi wisata purbakala. Hal ini juga langsung direspons oleh BPCB Jawa Timur yang menegaskan bahwa Pemkab bisa langsung mengambil alih.
Sanusi datang tak sendirian. Tapi bersama dengan Dandim 0818 Kabupaten Malang, Letkol Ferry Muzawwad, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), Dr. Ir. Wahyu Hidayat MM, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan  Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, Muspika Pakis, Kades Sekarpuro, Sulirmanto, dan masyarakat. Ikut juga dalam peninjauan itu adalah tim dari Jelajah Jejak Malang, yang dikomandani langsung oleh Restu Respati dan perwakilan dari PT Jasa Marga Pandaan Malang.
Kedatangan Sanusi di lokasi situs bersama rombongan memang cukup dramatis. Sebab  kawasan Situs Sekaran diguyur hujan sangat deras. Di mana area situs yang masih berupa lumpur sangat licin. Namun demikian, Sanusi dan rombongan tetap semangat. Berbekal sepatu both dan payung, mereka tetap mendatangi situs yang diduga merupakan peninggalan zaman pra Majapahit tersebut.
Saat datang, Sanusi memulai peninjauannya ke area dalam pagar. Dia melihat seluruh sudut situs dengan detail. Bahkan, dia juga sempat mendekati tumpukan batu bata kuno yang ada di dalam pagar. Sanusi juga sempat menyentuh batu batu, baik yang ada di tumpukan maupun pecahan kecil yang ada di tanah.

"Ini batanya lebih besar ya, dibandingkan batu bata biasa," ucap Sanusi sembari bertanya kepada anggota Jelajah Jejak Malang, Restu Respati yang tampak terus mendampingi,  Wabup dan rombongan selama melakukan peninjauan di lokasi situs.
Setelah menjelajah area di dalam pagar, Sanusi dan rombongan pun keluar pagar. Dia melihat struktur batu bata yang ada di luar situs. Bukan itu saja, dia juga melihat batasan situs dengan akses tol. Beberapa kali tangannya menunjuk, ke arah galian yang ada tak jauh dari area situs. Beberapa kali, Sanusi juga terlihat ngobrol baik dengan Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu maupun dengan perwakilan PT Jasa Marga Pandaan-Malang.