Tiga Kali Raih Penghargaan


TUREN BERSATU adalah nama komunitas di Kecamatan Turen. Komunitas yang bergerak bidang sosial ini, beranggotakan masyarakat serta tokoh masyarakat. Mulai dari Muspika, kepala desa, anggota Polisi dan TNI AD hingga berbagai komunitas yang ada di wilayah Kecamatan Turen.
Aiptu Anton Suyono, Panit Binmas Polsek Turen inilah, pencetus Komunitas Turen Bersatu. Nama komunitas ini, baru terbentuk pada tahun 2016 lalu. Dari semula hanya beberapa orang, saat ini anggotanya sudah puluhan orang.
"Terbentuknya sebetulnya sejak pertengahan tahun 2015. Namun saat itu namanya hanya Remaja Harapan Bangsa, dan hanya khusus wilayah Desa Sedayu. Lantaran anggotanya menyebar di seluruh Kecamatan Turen, akhirnya pada tahun 2016 baru dinamakan Komunitas Turen Bersatu," jelas Anton Suyono.
Anggota Polri angkatan 1996 / 1997 ini, membentuk komunitas Turen Bersatu karena bentuk keprihatinannya. Ia saat itu melihat ada banyak warga Turen yang ekonominya di bawah rata-rata. Misalnya, tinggal di rumah yang kondisinya sangat tidak layak, dan belum pernah tersentuh oleh pemerintah.
Berdasar keprihatinan itulah, kemudian mengajak masyarakat untuk membentuk komunitas yang peduli dengan kegiatan sosial. Salah satunya adalah membuat program bedah rumah, yang anggarannya berasal dari patungan anggota.
Setelah semua kegiatan berjalan lancar dan mendapat nilai positif, akhirnya banyak warga dan tokoh masyarakat yang bergabung sebagai donatur. Hingga akhirnya terbentuk nama komunitas Turen Bersatu.
"Setiap bulan ada banyak donatur yang aktif untuk kegiatan sosial. Di antaranya seperti Kapolsek, Danramil serta Camat Turen, yang selalu mendonasikan dana untuk setiap kegiatan," terang bapak satu anak ini.
Ada banyak kegiatan sosial rutin dari komunitas Turen Bersatu. Di antaranya adalah bedah rumah duafa, rehab Musala, pengobatan gratis, pembinaan anak putus sekolah, sosialiasi AIDS, sunatan massal serta pembagian nasi bungkus gratis atau Jumat barokah.
"Untuk pengobatan gratis rutin kami lakukan setiap sebulan sekali, bekerjasama dengan RS Cakra Turen. Sedangkan pembagian nasi bungkus gratis, setiap Jumat pagi kami membagikan sekitar 500 bungkus kepada tukang ojek, tukang becak dan lainnya," ungkapnya.
"Selain itu, ketika ada informasi warga tidak mampu sedang sakit, Komunitas Turen Bersatu ini, juga langsung jemput bola. Yakni dengan mendatangkan perawat rumah sakit ke rumahnya untuk pengobatan," sambungnya.
Atas dedikasinya yang luar biasa ini, pria kelahiran 9 Februari 1975 sudah tiga kali mendapat penghargaan. Pertama dari Kapolres Malang, kemudian dari Kapolda Jawa Timur dan penghargaan dari Kabaharkam Mabes Polri.
"Harapan saya komunitas ini bisa terus solid dalam membantu beban masyarakat yang membutuhkan. Karena banyak masyarakat yang belum tersentuh," paparnya.(agp/ary)