Tanyakan Hasil Pemeriksaan, Warga Banjarsari Datangi Inspektorat


MALANG - Kecewa !! Begitulah yang dirasakan enam warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang saat mendatangi Kantor inspektorat Kabupaten Malang di Singosari. Bagaimana tidak, mereka harus pulang dengan tangan hampa, lantaran tidak ada pejabat di instansi tersebut yang dapat ditemui. Padahal mereka telah menunggu selama empat jam.
"Kami datang tadi pukul 10.00 dan pulang sekitar pukul 14.00. Tidak ada pejabat yang berhasil kami temui. Kata petugas piket semua pejabat inspektorat sedang ada kegiatan di Hotel Gajah Mada," kata Imam Aspali koordinator warga.
Lebih kecewa lagi lanjut Imam, kedatangan warga Desa Banjarsari ke kantor inspektorat ini bukan kali pertama, tapi sudah ketiga kali. "Tadi kami minta petugas piket untuk membuat jadwal. Namun tidak berani," tambah Imam.
Lantaran itu, Imam Dkk inipun berjanji, pekan depan akan kembali lagi. Ia mengatakan kedatangannya bersama beberapa warga desa yang lain untuk menanyakan hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat terhadap perangkat desa Banjarsari, yang dilakukan pada 17 Juli Lalu. Selain itu, kedatangan warga ke kantor ini juga untuk menanyakan hasil audit yang dilakukan inspektorat terhadap penggunaan anggaran ADD tahun 2016, 2017 dan 2018.
"Kami tidak menanyakan macam-macam kok, hanya menanyakan hasil pemeriksaan dan audit saja," katanya.
Imam juga mengatakan, mendatangi kantor inspektorat ini juga sebagai tindak lanjut laporan warga ke Polres Malang terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum.
Imam pun merinci, dugaan penyelewengan anggaran dilakukan mantan kepala desa ini sejak tahun 2016 lalu. Mulai dari pembangunan kantor balai desa, pavingisasi di beberapa titik, juga mebeler Karang Taruna desa setempat yang sampai saat ini belum terealisasi. "Padahal, kades ini sudah selesai masa jabatannya," tambahnya.
Imam juga mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban mantan kades ini sejak akhir tahun lalu. Namun demikian, permintaan itu seakan menjadi angin lalu. Itu terbukti, banyak pekerjaan yang menggunakan ADD tak terlaksanakan.
"Jika akhir tahun lalu, beliaunya (mantan kades) ada itikat baik menyelesaikan, mungkin kami tidak akan melapor. Tapi faktanya beliau hanya memberikan janji saja, dan sampai masa jabatannya habis, tidak ada penyelesaian," ungkapnya.
Seiring dengan itu, warga pun kata Imam memilih menyelesaikan dugaan ini sesuai dengan prosedur hukum.
"Kami sudah mengadu ke Polres Malang. Pekan lalu dua perangkat di desa ini juga telah diperiksa. Dan kami juga ingin pengaduan kami berlanjut," tandas Imam.
Sementara Inspektur Kabupaten Malang Tridiyah Maistuti saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui kedatangan warga Desa Banjarsari ke kantornya. Itu karena dia dan para pejabat auditor sedang berada di Hotel Gajahmada, lantaran ada kegiatan dinas.
"Lho kami tidak tahu, dan di kantor tidak ada yang mengkonfirmasi," katanya.
Tapi demikian, Tridiyah tidak mau lepas tanggung jawab. Terkait dengan proses pemeriksaan di Desa Banjarsari, dia mengatakan saat ini sedang berproses.
"Kami menerima surat dari Polres untuk pengajuan pemeriksaan di Desa Banjarsari akhir Juli lalu. Kemudian kami sudah turun ke lapangan untuk mencari data. Selanjutnya, kami akan melakukan klarifikasi lebih dulu, untuk kemudian mendapatkan kesimpulan," katanya.
Seiring dengan kondisi tersebut, Tridiyah pun meminta warga Desa Banjarsari bersabar.  "Karena prosesnya masih berjalan. Jadi kami minta warga juga harus bersabar," tandasnya.(ira/jon)

Berita Terkait