Sosialisasi Izin Penggunaaan Spektrum Frekwensi Radio dan TV


MALANG - Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Kabupaten Malang menggelar kegiatan Sosialisasi Izin Penggunaan Spektrum Frekwensi, Radio dan Televisi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Selasa (13/8). Kegiatan yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, Kota Malang ini dibuka langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Ir Didik Budi Moeljono.
Dalam sambutannya Didik mengatakan, sosialisasi ini sangat penting dilakukan dengan tujuan penggunaan spektrum frekwensi radio maupun televisi dapat tertata rapi. Terlebih menurut Didik penggunaan spektrum ataupun frekwensi memiliki aturan. Tentu saja harus ditaati oleh pengguna frekwensi.
"Harusnya semua pengguna frekwensi diundang, sehingga penggunaan frekwensi dapat diatur sedemikian rupa," katanya.
Dia tidak menampik jika banyak komunitas di wilayah Malang Raya menggunakan frekwensi untuk berkomunikasi. Namun sedikit dari mereka yang memilki izin.
Oleh karenanya, dia pun berharap melalui kegiatan sosialisasi yang digelar tersebut, para pengguna frekwensi memiliki pengetahuan dalam hal penggunaan frekwensi yang benar dan cara pemeliharaannya.
"Dari pada gak karu-karuanan. Kesana kemari frekwensinya. Dan ini dikhawatirkan ada hal-hal  yang tidak diinginkan. Apalagi kalau frekwensi itu tinggi, misalnya, dapat mengganggu penerbangan, berbahaya, atau lainnya, sosialisasi inilah fungsinya. Untuk yang tidak berizin, diharapkan segera menyelesaikan perizinannya. Penggunaannya pun perlu dirapikan," ungkap Didik.
Bagi pengguna frekwensi yang sudah memiliki izin, ditambahkan Didik juga diharapkan tetap menjaga konten serta aplikasi. Tidak menyebarkan berita hoax. Sebaliknya dia berharap, pengguna spectrum atau frekwensi ikut memerangi berita hoax.
Dia juga mengatakan, jika pengguna frekwensi ini memiliki peran dalam pembangunan di Kabupaten Malang. Mereka tidak hanya terlibat dalam operasi pengamanan, tapi juga berperan dalam penanggulangan bencana.
"Saat operasi pengamanan Idul Fitri, serta Natal dan tahun baru, komunitas-komunitas pengguna frekwensi ini terlibat langsung. Mulai dari pengaturan lalulintas, sekaligus menjaga kamtibmas," tambahnya. Dia juga berharap, peran itu tidak luntur, tapi sebaliknya semakin meningkat.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Malang Ferry Hari Agung mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat.  
Terutama bagi pengguna spektrum frekwensi.  Dia menegaskan, dalam penggunaan spektrum frekwensi radio, memiliki aturan yang harus ditaati.
"Ada aturan penggunaan frekuensi radio dan tata cara perizinannya. Sehingga  penggunaan spektrum frekuensi radio lebih tertib dan bebas dari gangguan sertau sesuai   peraturan yang berlaku," katanya.
Perizinan penggunaan spektrum frekwensi ini wajib dilakukan oleh institusi pemerintahan. Tidak terkecuali dinasnya. Dia menyebutkan, Diskominfo Kabupaten Malang memiliki radio. Dimana menurut dia spektrum frekwensinya juga memiliki izin.
Dalam kegiatan sosialisasi ini Ferry  menyebutkan, diikuti sekitar 200 pengguna spektrum frekwensi radio di wilayah Kabupaten Malang. Mereka diantaranya adalah perwakilan dari ORARI, RAPI, OPD, BUMD dan lainnya.
Materi sosialisasi diberikan Kepala Seksi Sarana dan Pelayanan, Balai Balai Monitor (Bamon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Surabaya, Henry Pribadi dan Ketua KPID Jawa Timur, A Afif Amrullah M.EI.(ira/adv/jon)