Sanusi Meninjau Lahan Yang Akan Dimanfaatkan FKUB

MENINJAU: Plt. Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi meninjau keberadaan lahan eks tanah bengkok Kelurahan Kepanjen dan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen.
 
 
MALANG- Plt. Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM, meninjau keberadaan lahan eks tanah bengkok desa di Kecamatan Kepanjen, Rabu (10/7) siang. Peninjauan lahan seluas 28 hektare tersebut untuk melihat langsung lahan yang akan ditawarkan ke Rektorat Universitas Brawijaya (UB) Malang, untuk pengembangan gedung Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB).
Dalam kunjungannya, Sanusi didampingi Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, Subur Hutagalung dan Camat Kepanjen, Abai Saleh, jajaran Muspika Kepanjen, serta sejumlah lurah dan kepala desa di wilayah Kecamatan Kepanjen. Lahan yang ditanami tebu tersebut, diketahui milik dua desa. Yakni Kelurahan Kepanjen (12 hektar) dan Kelurahan Cepokomulyo (16 hektar).
‘’Beberapa waktu lalu, saya bertemu Pak Rektor UB dalam satu acara di FKUB. Beliau menyampaikan permintaan kepada Pemkab Malang untuk mencarikan lahan yang akan digunakan sebagai pengembangan kampus FKUB," ungkap Sanusi.
"Saya mengarahkan pengembangannya supaya di Kepanjen saja. Kalau pihak UB cocok dan DPRD Kabupaten Malang menyetujui, tanah ini kemudian akan kita hibahkan,” sambungnya.
Sanusi mengatakan, Pemkab Malang siap menghibahkan lahan tersebut dengan mekanisme hibah dan tetap berdasarkan aturan pemerintah yang berlaku. Gambarannya, pihak UB yang bertindak selaku pemohon mengajukan permintaan hibah tanah tersebut dan disampaikan ke Pemkab Malang. Kemudian, oleh Pemkab ditindak-lanjuti dengan menyampaikan permintaan itu ke Kemendagri. Namun harus mendapat persetujuan DPRD Kabupaten Malang. Sanusi meyakini, mekanisme dalam proses hibah pelepasan asset tanah tersebut boleh dan bisa dilakukan.
‘’Keuntungan Pemkab Malang kalau terwujud diantaranya, Kabupaten Malang perlu meningkatkan dunia kesehatan, sehingga tenaga dokter bisa dari serapan FKUB ini. Selain itu, pasti perekonomian kelurahan dan desa di sekitar lahan ini akan ikut berkembang. Minimal, jika kampus memiliki 3 ribu mahasiswa, dan setiap bulannya mahasiswa mengeluarkan biaya Rp 3 juta, maka dalam sebulan putaran perekonomian senilai Rp 9 Miliar bisa berputar di wilayah sekitar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sanusi menambahkan, kalau FKUB jadi membangun kampus di Kepanjen, Pemkab Malang akan mendukung pembangunan sarana dan infrastruktur jalan karena lahan tidak terletak di pinggir jalan nasional. Selain itu, lahan di sekitarnya nanti akan meningkat menjadi sektor perkotaan. "Mengapa UB cari lahan baru. Karena kebutuhan mahasiswa saat ini semakin tinggi sehingga berusaha terus mengembangkan FKUB. Termasuk juga, Fakultas Pertanian bisa dikembangkan di wilayah ini," tuturnya. (agp/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :