Sanusi Ajak Desa Berinovasi


MALANG - Plt Bupati Malang, H M Sanusi, meminta masyarakat dan pemerintah desa untuk selalu berinovasi. Hal ini dikatakan politisi PKB itu  di pembukaan Bursa Inovasi Desa (BID) Kluster 2 Kabupaten Malang yang digelar di Rest Area JLB Kecamatan Bululawang.
Sanusi mengatakan, inovasi merupakan hal yang mampu membawa perubahan. Dan tentu saja, melalui inovasi tersebut dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Masyarakat dan pemerintah desa harus melahirkan inovasi-inovasi baru, dan gerakan bersama. Dimana melalui inovasi  dan terobosan-terobosan baru tersebut berdampak pada meningkatnya kesejahteraan mansyarakat," katanya.
Bukan itu saja, Sanusi juga mengatakan, inovasi dan terobosan masyarakat ini juga mendukung percepatan pembangunan di wilayah. Salah satunya, Sanusi mencontohkan rest area JLB Kecamatan Bululawang. Dia mengatakan jika, rest area yang menjadi tempat BID Kluster 2 digelar, merupakan hasil inovasi dan kreatifitas masyarakat Bululawang.
"Ini luar biasa. Dulu disini hanya sawah yang ditumbuhi ilalang. Tapi sekarang menjadi tempat yang ramai dan banyak dikunjungi  dan dikenal oleh masyarakat," pujinya.
Menurut Sanusi, inovasi juga dapat menjawab tantangan lokal. Baik itu di bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.  Oleh karenanya, mantan anggota DPRD Kabupaten Malang ini meminta masyarakat maupun pemerintah desa untuk teus menggali potensi yang ada, serta mengkolaborasikan potensi tersebut dengan kreativitas dan inovasi.
Sementara itu,  BID Kluster 2 Kabupaten Malang diikuti beberapa desa di wilayah timur Kabupaten Malang. Yaitu Kecamatan Pakis, Jabung, Tumpang, Poncokusumo, Tajinan, dan Bululawang. Kegiatan BID mengusung tema Desa Berinovasi Indonesia Unggul.
Di akhir katanya, Sanusi juga tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang terus memberikan dukungan dalam kegiatan pengembangan desa. Dia juga mengatakan, banyak desa di Kabupaten Malang memiliki inovasi yang baik, dan namanya menggaung secara nasional.
Salah satunya adalah Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon. Sebelumnya Desa Pujon Kidul dikatakan Sanusi merupakan desa biasa. Namun setelah ada Cafe Sawah, perputaran uang disini cukup mengagumkan. Tahun 2018 lalu, perputaran uang atau omzet di Cafe Sawah mencapai Rp 14 M.
"Selain Pujon Kidul, juga ada Boonpring di Turen dan Sumbermaron di Pagelaran. ini merupakan hasil inovasi dari masyarakat yang didukung penuh pemerintah. Oleh karenanya, kami berharap, agar masyarakat tidak berhenti berinovasi, dan tetap bersemangat," tandasnya.(ira/jon)

Berita Terkait