Sampah Menumpuk, Kirimi Surat Presiden


MALANG - Permasalahan sampah di Pasar Lawang, kembali viral di media sosial. Bahkan keluhan sampah yang menumpuk tersebut, membuat salah satu netizen mengirim surat terbuka untuk Presiden RI Joko Widodo, yang diunggah di salah satu grup komunitas Facebook.
Ada empat poin yang disampaikan pemilik akun Muslimah, dalam surat terbuka yang dipostingnya. Intinya, warga kecewa dengan instansi terkait yang seolah menutup mata dengan kondisi sampah di Pasar Lawang.
Dihubungi terpisah, Camat Lawang, Eko Wahyu Widodo, sudah mengetahui tentang viralnya tumpukan sampah tersebut. Termasuk surat terbuka untuk Presiden RI, yang dibuat oleh salah satu netizen. “Tidak masalah, karena sekarang zamannya keterbukaan,” katanya.
“Namun permasalahan sampah di Pasar Lawang, saat ini sudah dilakukan penanganan, sudah dibersihkan,” kilah Eko, panggilannya. Ia menjelaskan, memang terjadi penumpukan sampah pada hari Minggu karena hujan dan libur.
“Biasanya setiap hari sampah di Pasar Lawang diambil, permasalahannya saat ini pertumbuhan jumlah sampah kan semakin meninggi, seriring dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Renung Rubiartadi mengungkapkan bahwa menumpuknya sampah di Pasar Lawang disebabkan adanya kerusakan sarana dan prasarana.
"Memang kemarin sempat menumpuk, namun saat ini sudah ditangani oleh UPT (Unit Pelaksana Teknis). Penumpukan sampah terjadi karena ada sarana kami yang rusak," ujar Renung, sapaan akrabnya.
Menurutnya, di Pasar Lawang sebenarnya ada dua kontainer sampah milik DLH. Dan pengambilan sampah di Pasar Lawang, sehari dilakukan tiga kali.  “Sebenarnya jika dalam kondisi normal untuk Pasar Lawang tidak ada masalah,” tuturnya.
“Hanya memang keterbasan anggaran dan sarana maupun prasarana, terjadi penumpukan," alumni ITS Surabaya. Kepada Malang Post, dia mengungkapkan, masalah sampah di Pasar Lawang adalah masalah klasik.
Di satu sisi memang menjadi tanggung DLH untuk mengatasi persoalan sampah. “Namun untuk penangganannya masyarakat juga perlu edukasi, bagaimana memperlakukan sampah dengan bijak, tidak asal membuang secara sembarangan,” tutupnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :