Role Model Tingkatkan Profesionalisme Personel


MALANG - Role Model merupakan salah satu dari program 77 Unggul di bidang pembinaan yang diterapkan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung. Program ini, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme di jajaran Polres Malang. Setiap bulannya, terpilih satu personel yang menjadi Role Model.
"Anggota yang terpilih Role Model setiap bulannya, adalah anggota teladan yang dianggap terbaik dan memiliki disiplin, kreativitas dan inovasi lebih dibanding personel lainnya," jelas AKBP Yade Setiawan Ujung saat berdiskusi dengan Malang Post jelang HUT Bhayangkara, Jumat (28/6) lalu.
Hadir dalam diskusi yang berlangsung di Mapolres Malang tersebut, Direktur sekaligus Pemred Malang Post, Dewi Yuhana. Selain itu, Redaktur Pelaksana Bagus Ary Wicaksono, Sekretaris Redaksi yang juga Redaktur KenArok, Abdul Halim dan wartawan Malang Post Agung Priyo.
Lebih lanjut, kata Ujung, personel yang terpilih sebagai Role Model telah melalui penilaian tim. Lalu berhak mendapat penghargaan berupa reward serta sertifikat dari Kapolres Malang. Pemberian penghargaan diupacarakan secara resmi di depan seluruh personel.
"Tujuannya untuk memberikan kebanggaan sekaligus motivasi bagi anggota lainnya, sehingga terbangun atmosfer kompetisi yang sehat. Dan sebagai bentuk apresiasi, anggota yang menjadi "role model" atau officer of the month, secara periodik bersama keluarganya akan diberangkatkan liburan gratis ke Bali selama tiga hari secara rombongan," terang Ujung.
Pemberian  hadiah liburan, biasanya digabungkan 3 - 4 bulan sekali dengan pemenang Role Model lainnya. "Foto anggota yg terpilih menjadi Role Model, juga akan terpampang di pigura besar selama sebulan di lobby pelayanan Polres dan Polsek," tambahnya.
Dikatakan Ujung, Polri sudah memiliki grand strategy jangka panjang untuk 25 tahun ke depan, yang terbagi dalam tiga tahap. Yakni trust building atau membangun kepercayaan masyarakat. Lalu partnership building atau membangun kerjasama dengan semua stakeholder. Serta strive for excelence/menuju keunggulan.
Dengan program itu, diharapkan di atas tahun 2019 organisasi Polri seharusnya sudah menjadi organisasi yang unggul dan mumpuni. Profesional di segala bidang, baik SDM, metode kerja, sarana prasarana, dan anggarannya.
"Setiap Kapolri berupaya membuat program pengungkit dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang tersebut. Saat ini misalnya Pak Kapolri Jenderal polisi Prof HM. Tito Karnavian punya kebijakan Promoter (profesional modern terpercaya) yang tidak lepas dari grand strategy tahap tiga yakni menuju keunggulan (excellence Polri),” paparnya.
Dalam pelaksanaannya lanjut dia, dibagi menjadi tiga strategi pokok. Yakni peningkatan kinerja, perubahan kultur dan manajemen media.
Dari kebijakan program besar Kapolri tersebut, Ujung, kemudian menetapkan program 77 Unggul. Yakni terdapat 77 program yang harus dilaksanakan seluruh personel Polres Malang. Sehingga kebijakan Promoter tersebut bisa terealisasi dan dirasakan hasilnya langsung oleh masyarakat.
Program 77 Unggul, terdiri dari 49 program di bidang operasional, ditambah 28 program di bidang pembinaan. "Kalau semua ini dilaksanakan dengan baik, serius, ikhlas dan konsisten saya yakin Polres Malang akan unggul di mata masyarakat dan menjadi lebih profesional dan modern. Serta yang terpenting dipercaya masyarakat Kabupaten Malang pada khususnya," bebernya.
Dikatakannya, beberapa program penting dalam 77 Unggul ini adalah memodernisasi pelayanan publik. Seperti pelayanan SIM, STNK, BPKB, pelayanan SKCK, SPKT dan pelayanan lainnya dengan membangun sistem IT yang diberi nama Malang E Policing (MEP).  Melalui program tersebut, seluruh pelayanan kepolisian terintegrasi menjadi satu dalam sebuah aplikasi yang mudah dan dapat diakses langsung masyarakat.
Dari pelayanan publik tersebut, Polres Malang dua tahun berturut mendapat nilai A dari Kemenpan RB pada tahun 2017 dan 2018. Termasuk mendapat predikat WBK (wilayah bebas korupsi) dari Kemenpan RB sebagai hasil dari reformasi birokrasi di semua lini. Muaranya adalah pembenahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang cepat, mudah, transparan dan bebas pungli.
Disisi lain, Ujung, yang hampir empat tahun menjabat sebagai Kapolres Malang ini, mengaku sangat betah dan kerasan di Malang. Selain karena masyarakatnya guyub rukun, juga mau bekerjasama serta kompak dalam segala hal.
Tidak hanya itu, selama bertugas di Malang, Ujung, juga langsung bercita-cita ingin membangun sebuah pondok pesantren (ponpes) di kampung halamannya, Medan. Alasannya, karena ingin mensyiarkan agama Islam di kampung halaman.
"Di tempat asal saya, pemeluk agama Islam minoritas sekali. Setelah di Malang saya melihat ada 500 ponpes dan semuanya sudah pernah saya kunjungi, akhirnya ingin membangun ponpes di tempat asal saya. Nantinya, untuk pengasuh dan pengembangannya saya akan mencari ponpes di Malang yang mau bekerjasama," pungkasnya. (agp/van)