Revitalisasi Lahan Parkir, Pedagang Dewi Sri Resah

MALANG - Revitalisasi lahan parkir Wisata Pemandian Dewi Sri Pujon, dipersoalkan pedagang dan warga sekitar Rabu (12/9) siang. Alasannya karena selain diduga tidak ada izin amdal, juga papan proyek pembangunannya tidak terpasang. Pedagang meminta pembangunannya distop. 
“Hari ini sekitar 50 pedagang berkumpul. Mereka meminta supaya revitalisasi pembangunan lahan parkir dihentikan,” ungkap Sutiono, SH. Ia mengaku sebagai kuasa hukum para pedagang tersebut. 
Dikatakannya, revitalisasi pembangunan lahan parkir tersebut, sudah berjalan sejak sebulan ini. Pedagang mempertanyakan izin amdal pembangunannya. Pasalnya sebelum ada pembangunan, pedagang sama sekali tidak diajak musyawarah. 
Mereka mengeluh karena pembangunan tersebut sangat berdampak negatif. Selain debu dan lumpur, juga keberadaan kios mereka yang akan tergusur. Apalagi ke depan ada rencana pembangunan kios untuk pedagang baru yang ditempatkan di belakang. 
“Pedagang yang ada ini resah karena akan ada pembangunan kios baru untuk pedagang baru. Padahal selama ini, dengan jumlah pedagang yang sedikit penghasilannya saja pas-pasan, tetapi malah akan ditambah kios baru,” terang Sutiono.  Tidak hanya soal kepindahan kios pedagang di belakang.
Para pedagang juga mengeluh soal harga kios karena harus mengganti biaya pembangunan kios berukuran 3 m x 2,5 m sekitar Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.  “Terlepas benar tidaknya harga itu, belum bisa dipastikan. Tetapi sebagian besar pedagang mengatakan itu," jelasnya. 
Terkait dengan keluhan pedagang itulah, mantan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Malang ini, mengatakan akan mendatangi PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, selaku pengelola Wisata Pemandian Dewi Sri. Termasuk juga mengadu ke DPRD Kabupaten Malang.
“Dalam minggu ini, kami akan datangi Jasa Yasa dan DPRD untuk klarifikasi dan menanyakan persoalan pedagang ini. Yang pasti, pedagang tetap minta pembangunannya dihentikan,” tandasnya. 
Terpisah, Dirut PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan mengatakan bahwa revitalisasi pembangunan lahan parkir tersebut sebenarnya atas permintaan pedagang sendiri. Ketua paguyuban pedagang serta beberapa pedagang, meminta agar ada pelebaran lahan parkir. 
Salah satu tujuannya, adalah untuk pengembangan Wisata Pemandian Dewi Sri. Sebab, selama ini selain lahan parkirnya yang kurang memadai, kondisi lahan pedagang juga terlihat kotor serta kumuh. 
“Dengan revitalisasi, pedagang akan tertata rapi. Selain itu, kendaraan besar seperti bus juga bisa parkir dengan nyaman. Dengan lahan parkir yang lebar, akan menguntungkan pedagang. Banyak wisatawan yang datang ke lokasi tersebut,” urainya. 
Revitalisasi, tegas dia, sudah dimusyawarahkan dengan pedagang. Termasuk dengan harga kios yang nantinya dibangunkan di belakang juga sudah atas kesepakatan dengan para pedagang. “Harga Rp 80 juta sampai Rp 100 juta, disesuaikan dengan ukuran kios pedagang sebelumnya,” tutup pria ini. (agp/mar)

Berita Lainnya :