Petani Tomat Terancam Gagal Panen


MALANG – Sejumlah petani di wilayah Malang Timur mulai resah dengan musim kemarau. Itu karena banyak tanaman kering sebelum waktu panen. Abdullah salah satunya. Petani tomat ini mengaku sangat resah, karena tanaman tomatnya mengering.
”Harusnya panen satu bulan lagi. Tapi melihat kondisi cuacanya seperti ini, dan tidak ada hujan sama sekali, kami tidak yakin bisa panen sempurna,’’ katanya.
Warga Desa Kidal, Kecamatan Tumpang ini mengaku, sebetulnya sudah menghitung, terkait kondisi cuaca. Hitungan itu diperlukan agar dia bisa melakukan tanam dan panen tepat waktu. Namun demikian, hitungannya tidak tepat. Itu terbukti, tanaman tomat miliknya mengering, sebelum masa panen tiba.
”Ada perubahan musim yang tidak terhitung. Ini tidak bisa dihitung, dan akhirnya seperti ini,’’ ungkapnya. Abdullah juga mengaku, ini bukan kali pertama pihaknya gagal panen. Tahun sebelumnya, tanaman tomatnya juga mengering.
”Siklus musimnya ini mundur. Jadi itu yang kami tidak bisa berbuat banyak, alias pasrah dengan panen ini,’’ ungkapnya. Dia mengaku, jika gagal panen secara keseluruhan, maka kerugian yang dialaminya mencapai jutaan rupiah.
”Kami sendiri juga tidak diam sebetulnya. Buah tomat yang sudah merah dan waktunya petik, maka langsung kami petik, untuk kemudian kami jual ke pasar,’’ urainya. Dia mengaku dengan melakukan sistem itu, maka kerugiannya pun dapat ditekan.
Abdullah juga mengatakan, jika kondisi tanamannya terus mengering dan tidak bisa diperbaiki, salah satu upaya yang dilakukan untuk sementara adalah mengganti jenis tanaman. Ini dilakukan, agar roda pertaniannya tidak sampai mati.
”Karena kami tidak memiliki pekerjaan lain. Sehingga upaya yang bisa kami lakukan, hanya mengganti tanaman. Sehingga tetap bertani,’’ ucapnya. Dia tidak menampik, jika banyak petani di daerahnya memilih pindah haluan, lantaran kondisi pertanian menurun. Sementara dirinya tidak mau seperti itu, dan tetap bertani  meskipun kondisi cuaca tidak bersahabat.
Terpisah Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Abdul Rochim  mengatakan, wilayah Tumpang sebetulnya tidak masuk wilayah yang rawan bencana kekeringan. Untuk wilayah Malang Timur, hanya ada satu wilayah saja yang rawan kekeringan saat kemarau. Yaitu Kecamatan Jabung. Itupun hanya dua desa saja yang tercatat sebagai desa rawan bencana kekeringan. Yaitu Desa Jabung dan Desa Kemiri.
Dia pun mengatakan, saat ini sudah masuk musim kemarau. Namun demikian, pihaknya masih belum menerima permintaan warga tentang suplai air. Menurut Rochim pihaknya akan merespon cepat, jika ada permintaan. (ira/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :