KEK Singosari Akan Libatkan Pelaku Startup


MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang harus bersabar untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Singosari. Itu karena surat usulan KEK, masih nyantol di pusat. Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, jika ada menteri yang belum memberikan rekomendasi, untuk terwujudnya KEK.
Kepada Malang Post, Tomie menjelaskan jika terbentuknya KEK ini ditentukan oleh pusat. Peraturan Penetapan (PP) terkait dengan terbentuknya KEK ini akan ditandatangani langsung oleh Presiden RI. ”Naskah akademik untuk PP sudah di meja bapak presiden. Tapi naskah ittu belum dapat diproses, karena ada yang kurang lengkap, terkait rekomendasi dari Kementrian Perindustrian. Menteri Perindustrian belum tanda tangan,’’ katanya.
Tomie menguraikan, untuk mewujudkan KEK ini ada 15 kementrian yang terlibat dalam pembuatan PP. Mereka dibawa  koordinasi Kemenko Perekonomian. Dari 14 sudah memberikan rekomendasi dengan memberikan tanda tangannya pada PP KEK. Tinggal Kementrian Perindustrian yang belum tandatangan,’’ kata.
Terkait hal ini, Tomie pun tak tinggal diam dengan berusaha mencari tahu sebab itu belum ditandatangani.
”Ada persyaratan administratif yang belum terpenuhi. Salah satunya tentang regulasi untuk Industri Kreatif,’’ katanya.
Tomie mengatakan, jika KEK merupakan mega proyek nasional. Di sini ada tiga sektor yang akan dikembangkan. Yaitu Pariwisata, Technopark, dan Industri Kreatif.
”Nah yang industri kreatif inilah yang masih menunggu, karena regulasinya belum ada,’’ ungkapnya. Lantaran kondisi tersebut, Pemkab Malang juga tidak tinggal diam. Mulai saat ini Pemkab Malang sudah mulai menyusun draf terkait dengan tentang regulasi tersebut.
”Tadinya kami berharap penyusunan regulasi untuk industri kreatif bisa dilakukan bersamaan dengan penyusunan PP. Tapi ternyata tidak bisa. Beberapa waktu lalu, Kemenkumham dan Skretariat Negara menyampaikan regulasi industri kreatif untuk penetapan PP KEK Singosari belum ada,’’ ungkapnya.
Terkait dengan industri kreatif, Tomie pun mengatakan pihaknya akan menyasar para pelaku start up. Mereka yang akan diajak kerja sama adalah kaum milenial. Tomi pun mencontohkan yang masuk dalam industri kreatif adalah aplikasi penyedia jasa online, online shop, dan lainnya. Dimana keberadaan aplikasi ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dan para pelaku usaha industri kreatif ini juga sudah merasakan keuntungannya.
”Kami serius mengembangkan sektor industri kreatif di KEK Singosari. Kami memberikan wadah yang luas bagi para pelaku industri kreatif, agar mereka dapat mengembangkan karyanya,’’ tambahnya. Dia mengatakan denganmewadahi para pelaku industri kreatif, maka juga akan berdampak pada percepatan pembangunan di Kabupaten Malang.
”Meskipun berada di wilayah Singosari, tapi keberadaan KEK ini juga akan dapat dirasakan daerah-daerah lain. Baik Kota Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kota dan Kabupaten Blitar dan lainnya,’’ ucap mantan Kepala Dinas Pertanian ini.
Dia pun berharap penyusunan regulasi tentang industru kreatif ini tidak terlalu lama. Sehingga PP KEK pun dapat cepat ditandatangani. (ira/oci)

Berita Lainnya :