Kejelasan Lahan Situs Sekaran Diperjuangkan BPCB


MALANG - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim akan memfasilitasi pertemuan antara Disparbud dengan PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM). Pertemuan ini dilakukan sebab masih ada kendala soal aset lahan.
Hal ini dikatakan oleh Kepala BPCB Jatim, Andi Muhammad Said ditemui Malang Post disela-sela menghadiri kegiatan Purwakala Candi Kidal, Di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. Said, begitu dia akrab dipanggil terkejut mengetahui Disparbud belum melakukan action. Alasan Disparbud karena lahan Situs Sekarang masih menjadi aset PT JPM dan belum dihibahkan.
”Kaget mendengar keterangan Kepala Disparbud. Hasil rapat koordinasi terakhir yang digelar di kantor PT JPM di Singosari jelas bahwa pengelolaan situs diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Malang dalam hal ini Disparbud. Dan pihak PT JPM juga sudah sepakat untuk menghibahkan aset tersebut secara cuma-cuma,’’ katanya.
Apalagi tambah Said, itu untuk keperluan pelestarian budaya. Lantaran itulah, agar hal ini tidak berlarut-larut, BPCB pun siap mendampingi Disparbud untuk menggelar pertemuan dengan PT JPM. Harapannya dengan pertemuan yang digelar nanti, ada percepatan proses hibah. Sehingga Situs Sekaran pun cepat ditangani.
”Kalau kapan waktunya, ya secepatnya. Karena kondisi Situs Sekaran juga kian memprihatinkan,’’ katanya.
Said mengaku beberapa kali mendatangi area Situs Sekaran. Dia mengaku sangat miris. Apalagi, akses tol sendiri saat ini sangat dekat dengan situs. Jika situs itu tak segera ditangani, dia khawatir, kondisi cagar budaya yang diduga peninggalan pada zaman pra Kerajaan Singhasari itu semakin rusak, dan jejaknya juga semakin tidak diketahui.
Said menyebutkan, untuk proses eskavasi dari BPCB sudah selesai. Saat ini justru yang dibutuhkan hanya penelitian. ”Eskavasi memang belum semua digali. Tapi dari BPCB sudah selesai. Tinggal dari Balai Arkeologi saja. Dulu mereka sudah melakukan penelitian, namun kami belum mendapatkan hasilnya. Sehingga, untuk sementara ini, kami hanya bisa mengatakan situs tersebut peninggalan pra Zaman Singhasari. Itu dikuatkan dengan beragam temuan saat kami melakukan penggalian situs,’’ tandasnya.
Sementara itu Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara, saat pertemuan digelar nanti, pihaknya juga akan menanyakan detail kelanjutan situs tersebut. ”Nanti juga akan dibahas, apakah aset itu diserahkan dalam kondisi seperti itu, atau kami dibantu untuk melanjutkan eskavasi,’’ ungkap Made. Dia mengaku, untuk melakukan eskavasi, tidak sekadar dana yang dibutuhkan. Tapi juga ahli. Sementara pihaknya, tidak memiliki ahli atau arkeolog yang paham tentang situs.
”Anggaran ada, tapi kalau ahlinya tidak ada, kami juga tidak bisa bekerja. Itu sebabnya, agar semuanya berjalan, kami juga meminta bantuan PT JPM serta BPCB,’’ urai Made. Dia juga tidak menampik, Situs Sekaran yang terletak di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis memiliki potensi yang luar biasa. Terlebih letaknya yang berada di akses tol, membuat situs ini istimewa. Dan dia juga yakin, jika dikelola dengan baik, Situs Sekaran akan banyak mendatangkan wisatawan. (ira/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :