Kasubag Keuangan Dinkes Jadi Tersangka

Muhandas Ulimen, Kasi Pidsus Kejari Kepanjen
 
Kasus Korupsi Pembayaran Honor Perawat Ponkesdes
MALANG- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, menetapkan Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang sebagai tersangka. Yohan Charles L,SE, dijadikan tersangka terkait perkara korupsi pembayaran honorarium perawat Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) di Dinkes pada 2015 lalu.
"Penetapan tersangkanya baru kami lakukan hari ini (Kamis, red). Setelah sebelumnya kami lakukan gelar perkara hasil penyidikan kasusnya," kata Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Muhandas Ulimen kepada Malang Post, kemarin.
Dengan penetapan tersangka tersebut, penyidik Kejari Kepanjen, secepatnya akan memanggil Yohan Charles untuk dimintai keterangan. Pemanggilannya paling lambat pada minggu depan.
"Sementara baru satu orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Perkaranya masih terus kami kembangkan, karena kemungkinan ada tersangka lain," ujarnya.
Muhandas mengatakan, kerugian negara dugaan korupsi yang dilakukan Yohan Charles ini, sekitar Rp 676 juta. Jumlah kerugian tersebut berdasarkan hasil audit dari tim BPKP.
Menurutnya, honorarium untuk perawat Ponkesdes di Kabupaten Malang, sebesar Rp 750 ribu setiap bulan. Kemudian, pada 2015 ada tambahan sebesar Rp 250 ribu untuk honornya. 
Karena pada saat itu anggaran untuk penambahan honor belum turun, Kepala Dinas Kesehatan (saat dijabat Abdurrahman), lantas memerintahkan Kepala Puskesmas untuk menalangi terlebih dahulu, dengan mengunakan dana kapitasi BPJS. Dana talangan tersebut, dikatakan akan diganti setelah anggaran dari pemerintah turun. 
Namun, setelah anggaran turun pada Agustus 2015, ternyata dana talangan tersebut tidak dikembalikan ke Puskesmas. Padahal saat itu ada 23 Puskesmas yang sudah menalanginya. Oleh Yohan Charles, dana tersebut digunakan untuk keperluan pribadinya. "Sebelum menetapkan tersangka, kami sudah memeriksa 99 orang saksi. Yaitu, 39 saksi Kepala Puskesmas, 39 bendahara Puskesmas, 14 perawat Ponkesdes dan beberapa staf di Dinkes. Termasuk mantan Kadinkes, juga sudah dua kali kami periksa," ungkapnya.
Akibat perbuatannya itu, Yohan Charles, bakal dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jonto pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah Undang-undang nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (agp/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :