Dorong Desa Bentuk Destana


BENTUK: BPBD Kabupaten Malang ketika membentuk Destana di Desa Kedungsalam, Donomulyo.
 
BPBD Kabupaten
KEPANJEN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendorong seluruh desa di Kabupaten Malang, menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana). Tahun ini, ditargetkan ada tiga Destana yang terbentuk. Salah satunya adalah Desa Kedungsalam, Donomulyo, Rabu (13/3) lalu.
“Tahun 2019 ini, kami menargetkan harus ada tiga desa yang terbentuk sebagai Destana. Diawali dengan Desa Kedungsalam, Donomulyo," ujar Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan. Menurut dia, melihat kondisi dan letak geografis di Kabupaten Malang, seharusnya semua desa harus berstatus Destana. 
Namun sementara ini, sejak tahun 2012 lalu baru 34 desa yang sudah menjadi Destana. Diharapkan ke depan semua desa bisa menjadi Destana. “Program Destana ini akan terus kami tingkatkan. Karena dengan kondisi geografis seharusnya menjadi Destana, sebab masing-masing desa memiliki tingkat kerawanan bencana,” terangnya.
Dikatakannya, belum meratanya Destana di seluruh desa ini, karena adanya beberapa kendala. Selain lantaran keterbatasan dana untuk membentuk Destana, juga kesadaran desa mensukseskan program ini masih kurang. Padahal seharusnya desa juga pro aktif mendorong terbentuknya Destana. 
"Destana ini ada tiga kategori, yakni pratama, madya dan utama. Dan selama ini, kami terus mendorong seluruh desa, terutama yang rawan bencana untuk membentuk Destana secara mandiri melalui penggunaan dana desa," jelasnya. Ini sesuai aturan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 
Termasuk perencanaannya bisa untuk pembentukan Destana. “Destana bertujuan untuk antisipasi ketika terjadi kejadian bencana. Sehingga ketika ada bencana di wilayahnya, desa mampu memberikan respon terlebih dahulu sebelum tim dari BPBD hadir untuk melakukan kegiatan tanggap darurat,” tutupnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :