Disparbud Belum Lakukan Tindakan Kongkrit, menangani situs Sekaran


MALANG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang belum melakukan tindakan kongkrit, menangani situs Sekaran. Sekalipun Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) serta Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta sudah mengeluarkan rekomendasi, bahwa pengelolaan dan pengamanan situs, ditangani Pemerintah Kabupaten Malang. Dalam hal ini adalah  Disparbud, namun rekomendasi itu belum dijalankan secara maksimal.
Alasan Disparbud belum melakukan langkah konkrit, karena sampai saat ini belum ada penyerahan secara resmi. "Tanah itu milik PT Jasamarga Tol Pandaan Malang. Sampai saat ini secara resmi belum diserahkan ke kami," kata  Kepala Seksi Museum Sejarah dan Cagar Budaya, Disparbud, Kabupaten Malang, Anwar Supriyadi.
Sejauh ini, kata Anwar, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal, dengan melakukan pemantauan. Tak sekadar datang saat ada kunjungan, namun setiap hari ada petugas dari Disparbud yang ditempatkan di lokasi. "Prinsipnya kami menunggu. Begitu situs tersebut diserahkan ke kami, kami akan langsung bergerak," ungkapnya.
Anwar juga mengatakan beberapa kali pihaknya berkoordinasi dengan PT Jasamarga Pandaan Malang. "Pihak tol saat ini masih menunggu surat dari kementrian, terkait dengan pemindahan trase. Mungkin menunggu surat itu turun, " tambah Anwar.
Selain berkoordinasi dengan PT Jasamarga Pandaan Malang, pihaknya juga berkoordinasi dengan Desa Sekarpuro. Ini terkait dengan pengembangan pariwisata. "Dari desa sudah menutup area situs dengan pagar. Selain itu juga akan menutup area situs dengan atap. Ini dilakukan agar situs tidak rusak. Apalagi sebelumnya pihak BPCb juga mengatakan, jika bata situs sekaran sendiri tak tahan panas, dan mudah hancur," tandasnya.
Seperti diketahui, Situs Sekaran kali pertama ditemukan 5 Maret 2019 lalu. Penemuan itu saat pelaksana proyek tol menemukan tumpukan bata, saat melakukan penggalian di area STA 37-700. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke BPCB. Pada 12 Maret 2019 lalu, tim BPCB melakukan ekskavasi, selama 10 hari. Hasil awal menyebutkan temuan struktur bata kuno tersebut merupakan situs cagar budaya. Dari hasil itulah, kemudian pihak PT Jasamarga Pandaan Malang memutuskan menggeser trase jalan tol.
Ekskavasi penjajagan juga dilakukan oleh Balar Yogyakarta. Hasilnya, menyebutkan bahwa Situs Sekaran merupakan benda cagar budaya, dan harus dilestarikan. Hasil itupun telah disampaikan kepada Disparbud, dengan rekomendasi Disparbud melakukan pengamanan dan pengelolaan lebih lanjut. (ira/udi)