Dewan Panggil Direktur Jasa Yasa

MALANG - Konflik antara pedagang Wisata Pemandian Dewi Sri, Pujon dengan PD Jasa Yasa disesalkan anggota DPRD Kabupaten Malang. Konflik masalah harga termasuk revitalisasi pasar tak seharusnya terjadi, jika kedua belah pihak duduk bersama. 
Hal ini dikatakan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Amarta Fiza. Politisi Partai NasDem ini mengatakan, jika konflik tentang harga tersebut dapat terselesaikan jika pedagang dan pengelola saling bertemu untuk mediasi.
Faza, sapaannya menyebutkan jika pengelolanya, pasti memiliki alasan menetapkan harga Rp 80 juta untuk kios ukuran 2,5 meter x 3 meter dan Rp 100 juta untuk kios berukuran 3 x 3 meter. Begitu juga dengan pedagang, yang sudah membuat petisi terkait harga kios.
Yaitu Rp 57 juta dengan ukuran 3 x 4 meter. “Saya sangat yakin kedua belah pihak memiliki alasan. Tapi karena tidak ada ruang bertemu, sehingga tak ketemu itu, solusinya,” ungkapnya. Faza mengaku akan berkoordinasi dengan anggota DPRD lainnya. 
Dalam hal ini, pihaknya tidak diam, atau tidak hanya menunggu laporan. Pertama yang akan dilakukan adalah dengan bertemu PD Jasa Yasa, sebagai pengelola. Pihaknya pun akan menanyakan soal alasan harga kios yang diterapkan. 
“Akan kami tanyakan langsung kepada direkturnya terkait hal itu,’’ urainya. Dia memilih lebih dulu menghubungi PD Jasa Yasa karena saat ini sedang ada pembahasan terkait dengan Perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2006 tentang perusahaan daerah itu.
Sementara dengan pedagang, Faza pun juga mengaku sangat terbuka. Dia mengatakan, pedagang boleh kapan saja melakukan hearing dengan anggota DPRD terkait persoalan ini. ”Kita akan sangat transparan dalam menyelesaikan hal ini dan tidak akan berpihak kepada siapapun,” janjinya. 
Sejauh ini, terkait dengan konflik harga kios, dikatakan Faza belum ada yang mengadu kepada DPRD Kabupaten Malang. Dan jika ada pengaduan, anggota DPRD pun akan langsung bertindak.  
Seperti diberitakan sebelumnya, harga kios yang mahal, menjadi masalah utama keresahan para pedagang. Nilai yang ditawarkan tak sebanding dengan luas bangunan kios. Hal ini diungkapkan Amin Wahyudi, Ketua Persatuan Paguyuban Pasar Dewi Sri. (ira/mar)

Berita Lainnya :