Bupati: Polri Harus Makin Peka dan Responsif


MALANG - Polres Malang melepas 18 anggota yang purnatugas. Pelepasan anggota ini, dilakukan saat upacara HUT ke-72 Bhayangkara di halaman Mapolres Malang, pagi kemarin. Selain itu, Polres Malang juga memberikan penghargaan kepada anggota yang dinilai berprestasi. 
Proses pelepasan anggota, dibuat sangat berkesan. Selain melalui upacara pedang pora dengan formasi melingkar, juga anggota yang purna tugas dinaikkan becak.  Rasa haru pun, terlihat dari wajah para anggota yang dilepas. 
“Saya tidak mengira akan ada upacara seperti ini. Benar-benar sangat terharu,” ucap salah satu anggota yang purna tugas. 
Upacara peringatan HUT ke-72 Bhayangkara dipimpin Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna yang bertindak sebagai inspektur upacara. Peserta upacara diikuti diikuti lebih dari 10 SSK, mulai dari unsur Polri, TNI AD, Marinir, TNI AU, Brimob, Satpol PP, Linmas, Banser, dan Pramuka. Dalam sambutannya, Rendra Kresna, membacakan amanat Presiden RI, Joko Widodo. 
Dimana dengan peringatan kali ini, diharapkan dapat menjadi momentum untuk merefleksikan diri dalam meningkatkan optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Polri. Khususnya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kedepan, Polri akan dihadapkan pada tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks, sehingga tuntutan dan harapan masyarakat terhadap Polri juga semakin meningkat.
“Untuk menghadapi kondisi tersebut, diharapkan Polri dapat bersikap responsif dan peka,” ungkap Rendra.
Tak hanya itu, Polri juga diharapkan dapat selalu hadir di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman, mampu membangun keteraturan dan keharmonisan sosial. Menjadi tauladan dalam kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum serta tak sekalipun melakukan perbuatan menyimpang dan tercela. 
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, menyampaikan dalam pelaksanaan Pilgub Jatim beberapa waktu, di Kabupaten Malang berjalan kondusif. Ini tak lain, peran serta masyarakat dan lembaga lain mulai dari TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, penyelenggara Pemilu. 
Termasuk peran dari media.  Menurutnya, bahwa peran media massa fungsinya sangat vital. "Bisa dibayangkan kalau lima atau enam bulan sebelum Pilkada, media massa sudah melansir berita-berita panas, maka sudah dipastikan suasana akan menjadi panas,” ujarnya. 
“Namun Alhamdulillah di wilayah Kabupaten Malang tidak sampai muncul ketegangan sehingga hasilnya bisa dinikmati seperti sekarang yakni dalam keadaan aman dan kondusif," ungkap Ujung. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...