Bukan City Wall, Pola Ruangnya Seperti Pemukiman Kuno


MALANG - Hari kedua ekskavasi Situs Sekaran, di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis diwarnai hujan deras, kemarin. Hujan mengguyur mulai pukul 13.20. Kendati demikian, tak menyurutkan tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, untuk menggali obyek. Menggunakan ekskavator milik PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), penggalian situs tersebut terus berlanjut.
Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan PT JPM, meminta bantuan ekskavator untuk evakuasi. Permintaan itu disambut baik. Sehingga ekskavasi pun berlanjut.
”Tadinya kami meminta bantuan untuk memindahkan tanah yang ada di tepi area galian. Namun kemudian, pihak operator juga bersedia mengeruk tanah di area galian yang kami buat,” urai Wicaksono.
Selama proses pengerukan dengan alat berat, tim dari BPCB terus memantau. Mereka memberikan kode berhenti, jika alat berat mengenai sebaran batu bata.
”Ini untuk mempercepat pekerjaan, mengingat waktunya juga sempit,’’ ungkap pria yang akrab disapa dengan panggilan Ucok ini.
Selama lebih satu jam, menggunakan ekskavator, selanjutnya penggalian dilanjutkan dengan alat manual. Hanya saja, karena masih hujan, maka penggalian menunggu hujan reda.
Sementara itu di hari kedua area ekskavasi sudak dilebarkan. Tim dari BPCB yang semula membuat tiga galian di atas area situs, kemarin justru memperluas galiannya. Yaitu berukuran 8 x 10 meter ke arah barat daya. Tim fokus menggali, mengikuti sebaran batu-bata yang ditemukan saat penggalian.
”Yang ke utara batasnya itu, karena sudah tidak ditemukan lagi sebaran atau tumpukan batu bata di sana. Justru yang ditemukan banyak yang mengarah barat daya. Jadi fokus kami di sini,’’ ungkapnya.
Ditanya apakah sudah ada bentuk dari situs? Ucok menggelengkan kepala. Sampai dengan kemarin ekskavasi, belum diketahui bentuk maupun luasan situs.
Hanya saja, Kepala BPCB Jatim, Andi Muhammad Said mengatakan jika situs yang saat ini digali tak sesuai dengan dugaan awalnya. ”Tadinya kami menduga ini city wall (dinding batas kota). Tapi dugaannya, justru lebih mengarah pada pemukiman,’’ katanya.
Ditemui di area ekskavasi Situs Sekaran, Andi mengatakan dugaan itu dikuatkan dengan temuan tumpukan batu bata ke arah barat daya. Ini sekitar 40 meter dari area situs yang saat ini sedang diekskavasi. Juga muncul seperti ruang-ruang. Tapi demikian, pria asal Bugis, ini mengatakan tak mau menduga-duga, dan meminta Malang Post bersabar, terkait bentuk dari situs tersebut.
Andi sendiri mengakui, jika waktu lima hari kurang untuk melakukan ekskavasi situs ini. Lantaran itu, jika memang kondisinya memungkinkan, pihaknya akan memperpanjang waktu ekskavasi. Selain itu dia juga menambah tenaga.
”Kami ingin pekerjaannya cepat juga, pertimbangannya, karena area ini masuk akses tol, yang hasilnya ditunggu oleh pelaksana proyek tol. Makanya itu, jika lima hari waktu yang  kami tetapkan awal tidak cukup, maka akan diperpanjang. Dan prinsipnya, kami ingin proses ini betul-betul selesai,” urainya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :