Bank Dunia Bantu Pemkab Kelola Sampah


 
MALANG - Pemkab Malang akan mendapatkan bantuan dari Bank Dunia. Bantuan tersebut terkait dengan pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten Malang. Hal ini dikatakan oleh Bupati Malang, H. Rendra Kresna, usai gala dinner dengan peserta jambore Indonesia Bersih Bebas Sampah, di Pendopo Agung, Kamis (13/9) malam. 
“Insya allah kita dapat bantuan dari Bank Dunia. Tadi juga disampaikan oleh pak Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, akan membantu Kabupaten Malang untuk segera mendapatkan bantuan tersebut,” ungkap Rendra.
Dia mengatakan, bantuan dari Bank Dunia ini terkait dengan pengolaan sampah. Tak hanya membuat sistem pengolaan, tapi penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dimana TPA milik Kabupaten Malang akan disulap sebagai sanitary landfill.
Dengan sanitary landfill, menurut orang nomor satu di Kabupaten Malang ini, pemerintah daerah tidak perlu lagi melakukan perluasan lahan untuk TPA.
“Saat ini, sistem di TPA kita adalah controll landfill. Saat TPA penuh harus dilakukan perluasan lahan,” katanya. 
Bedanya antara sanitary landfill dengan control landfill sangat jelas. Lahan sanitary landfill lima tahun, pupuk yang tertanam dapat diolah menjadi kompos. Setelah pengolahannya selesai, tempat tersebut dapat kembali digunakan membuang sampah. 
“Begitu seterusnya,” tambahnya. Dia mengatakan penting membuat sistem sanitary landfill mengingat lahan TPA semakin sempit, dan umumnya berada di wilayah perkotaan.
Salah satunya adalah TPA Talangagung, Kepanjen. Saat ini lahan di TPA tersebut seluas 2.5 hektar.
“Kondisinya sudah penuh,” tambahnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Budi Iswoyo mengatakan jika dari luas lahan tersebut, pihaknya sedang mengupayakan perluasan. 
Tujuannya agar sampah dari masyarakat dapat tertampung. “Yang saat ini sedang kita rencananya yaitu membebaskan lahan seluas 1 hektar, untuk perluasan TPA. Tahun depan juga ada perluasan, rencana kita lahan di TPA Talangagung luasnya 5 hektare,” ungkapnya. 
Budi menguraikan, jika sampai saat ini jumlah sampah yang diangkut dari masyarakat yaitu mencapai 6 ton perhari. Sampah itu dihasilkan mulai dari rumah tangga, pasar, industri dan lainnya. 
Gala dinner sendiri dihadiri Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Dodi Krispratmadi, M.Env.E, serta seluruh peserta jambore Indonesia Bersih Tanpa Sampah. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :