Antisipasi Terorisme, Tingkatkan Siskamling


MALANG – Maraknya aksi terror belakangan ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan bertajuk “Silaturahmi Dalam Rangka Pengamanan Wilayah” di Pendopo Kabupaten Malang di Kepanjen.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, Komandan Kodim (Dandim) 0818 Kabupaten Malang dan Kota Malang Letkol Inf Ferry Muzzawad dan Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah. Dalam kesempatan itu dihadiri para ulama, kiai, tokoh agama, organisasi keagamaan beserta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna aksi teror dapat diantisipasi sejak dini, salah satunya dengan meningkatan tali silaturahmi dan keguyuban di lingkungan masyarakat. “Untuk meningkatkan keguyuban, biasanya dilakukan masyarakat dalam setiap pertemuan rutin dan siskamling tiap malam,” ujarnya.
Maka dari itu, Bupati mengimbau kepada masyarakat semakin meningkatkan siskamling di lingkungannya masing-masing. “Apabila saat siskamling menemukan sesuatu yang aneh, maka segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Yang paling penting, tingkat guyub rukun harus dipertahankan dengan sebaik mungkin,” katanya.
Ketua DPW NasDem Jawa Timur ini juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang agar bersama-sama Diknas Pemprov Jawa Timur untuk melanjutkan himbauan tersebut di lingkungan pendidikan. Hal ini sebagai upaya membekali para murid agar tidak sampai mudah terjerumus oleh informasi yang menyesatkan.
Lanjut dia, sekaligus juga peran orang tua beserta para guru dalam upaya mengajak bersama-sama waspada terhadap ancaman teroris. “Dunia modern saat ini, hampir seluruh anak-anak usia sekolah dari berbagai tingkatan telah mengenal android. Sehingga untuk mendapatkan akses informasi itu sangat mudah,” terang pria ramah ini.
Dia berharap, jangan sampai anak-anak sekolah kemudian menelan mentah-mentah informasi sesat yang tersebar di media sosial dan sampai terjerumus oleh hal yang salah. “Ini peranan penting yang dilakukan oleh guru beserta orangtua untuk memfilter semua informasi baru yang masuk kepada anak-anak mereka,” pungkasnya.(big/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :