Zero Halinar, Lapas Wanita Tanpa HP, Pungli dan Narkoba

KOMITMEN: Deklarasikan Zero Halinar, Kalapas Wanita Klas II A Sukun menggandeng BNN Kota Malang bangun komitmen bersama.
 
 
MALANG- Pengawasan ketat  dilakukan Lapas Wanita Klas II A Malang terhadap penggunaan handphone, aksi pungutan liar dan Narkoba (Halinar) di dalam Lapas. Kamis (14/3) kemarin, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, Lapas Wanita yang berada di kawasan Sukun Kota Malang ini mendeklarasikan Zero Halinar sebagai komitmen besar menjaga kondusifitas Lapas.
Kalapas Wanita Klas II A Malang Ika Yusanti memberikan apresiasinya terhadap BNN Kota Malang yang memilih Lapas wanita Sukun sebagai zona Zero Halinar.
"Tentu saja kita sangat berterimakasih. Ini membuat motivasi kami petugas lapas untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas kerja kami," jelas Ika kepada Malang Post, usai penandatanganan komitmen bersama Zero Halinar di Lapas Klas II A Sukun Malang.
Dengan adanya deklrasi ini, Ika menegaskan akan memperkuat pengawasan dengan banyak cara. Tidak hanya pengawasan pada warga binaan saja tetapi juga pada petugas Lapas.
Dikatakannya, inspeksi mendadak warga binaan dilakukan minimal sekali tiap minggu di tiap sel. Sementara pada petugas, diwajibkan tidak membawa handphone mereka saat memasuki areal blok sel.
"Kami sediakan juga loker petugas untuk menyimpan hp mereka di area sebelum masik blok tahanan," tegasnya.
Kalapas ramah ini menjabarkan, deklarasi Zero Halinar ini juga penting. Dikarenakan 70 persen dari total penghuni Lapas wanita ini berasal dari kasus narkoba.
Saat ini terdapat 666 penghuni di lapas sukun. Sebagian besar masuk karena kasus narkoba baik pemakai maupun juga pengedar.
"Ini wujud komitmen kami bersama juga dengan BNN menumpas jaringan peredaran narkoba di luar maupun dalam lapas," tandas Ika.
Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto menambahkan, Lapas wanita Sukun layak diberikan penghargaan komitmen Zero Halinar karena memiliki catatan baik.
Lapas ini memiliki sistem pengawasan, pembinaan hingga komitmen baik dalam memberantas peredaran narkoba.
"Saya pikir Lapas wanita sukun ini sangat tepat jadi contoh. Diharapkan adanya komitmen ini bisa meningkatkan lebih baik sinergi dan pembinaan warga binaan agar tidak terjerat lagi dengan narkotika," pungkasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :