Tutup Toko Modern, Kasatpol Tunggu Perintah Wali Kota


MALANG – Satpol PP Kota Malang kembali berjanji akan menutup 15 toko modern yang dianggap melanggar aturan. Saat ini, Satpol masih memanggil para pihak yang terkait dengan modern itu, sebelum dilakukan eksekusi.
Kepala Satpol PP Kota Malang Drs Priyadi MM menjelaskan, segala tahap sudah dilakukan terkait tindakan Pemkot Malang terhadap toko-toko modern yang melanggar Perda. Aturan yang dilanggar terkait lokasi keberadaan toko yang berdekatan dengan pasar rakyat.
“Ya seperti yang ada di kawasan Bunulrejo dekat Pasar Bunulrejo. Lalu yang di kawasan Tawangmangu juga. Beberapa diantaranya sudah dilakukan tindakan pemanggilan sebanyak 3 kali,” kata Priyadi kepada Malang Post.
Mantan camat ini mengatakan, eksekusi terakhir yang akan dilakukan dengan menutup took yang membandel. Belasan toko modern yang mendapat penanganan sesuai standard operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Semua toko modern nakal sudah menerima panggilan untuk yang ke tiga kali. Langkah selanjutnya adalah melakukan tindak pidana ringan (tipiring) bagi toko modern yang bersangkutan. Untuk proses penutupan toko modern tidak dapat dilakukan dan masih menunggu perintah dari wali Kota Malang,” tegasnya saat ditemui di Balai Kota Malang.
Ia menjelaskan, kewenangan Satpol PP hanya lah sampai Tipiring, dan hanya berbentuk denda untuk sanksinya. Sementara untuk penutupan toko, ia kembali menegaskan menunggu perintah Wali Kota Malang Sutiaji.
"Tahapan awal kami tegur. Setalah itu kami lakukan pemanggilan sampai ke tiga kalinya. Selanjutnya akan dilakukan Tipiring," imbuhnya.
Sebelumnya Wali Kota Malang Sutiaji menyebut terdapat belasan toko modern yang akan ditutup tahun ini. Toko modern ini merupakan toko yang menyalahi aturan seperti berdekatan dengan lokasi pasar rakyat.
Hal ini juga merujuk pada kebijakan lain berkaitan dengan pengembangam UMKM di Kota Malang. Dimana penataan toko modern akan diperbaiki sehingga UMKM yang ada di Kota Malang dapat berkembang lebih baik. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :