Tazokraf Ajang Unjuk Kreasi Para Kreator

TECHNICAL MEETING: Kabid Ekraf Disbudpar Kota Malang Heri Sunarko memimpin technical meeting persiapan jelang pelaksanaan Pentas Kreativitas Seni Malang Taman Zona kreatif (Tazokraf) di Museum Mpu Purwa, yang akan digelar di Taman Singha Merjosari.
 
 
MALANG – Pentas Kreativitas Seni Malang yang ada dalam Taman Zona kreatif (Tazokraf) akan kembali digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang. Acara yang menjadi panggung unjuk kreasi para kreator Kota Malang akan digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (16-17/3) besok di Taman Singha Merjosari.
Tazokraf ini akan menjadi pusat hiburan bagi para pecinta seni kreatif. Rencananya akan ada satu panggung utama dan 7 space untuk tampilan para kreator. Di masing-masing space akan ada hiburan yang beragam, mulai musik kontemporer, dangdut, pop,  drama, theater, pantomin, seni rupa dan lainnya.
“Masyarakat bisa memilih mana seni yang disukainya untuk dinikmati. Banyak tawaran yang kami berikan di Pentas Kreativitas Seni Malang (Tazokraf) ini. Acara akan dimulai jam 8 pagi sampai jam 17.00 WIB setiap harinya selama dua hari,” kata Kabid Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Malang Heri Sunarko kepada Malang Post, disela-sela technical meeting di Museum Mpu Purwa, kemarin.
Pemilihan Taman Singha Merjosari menurutnya untuk menghindari kemacetan di jalan yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Sehingga pengguna jalan nyaman, pengunjung juga nyaman.
Selain ada panggung hiburan dengan berbagai seni kreatifnya, acara itu juga di dukung tujuh sub sektor ekonomi kreatif, mulai dari kriya, fashion, kuliner, dan lainnya. Rencananya akan ada 65 booth yang menyediakan berbagai produk unggulan dari tujuh sub sektor ekonomi kreatif itu.
“Masyarakat bisa melihat perkembangan yang pesat para pelaku ekraf di Kota Malang. Produk-produk mereka semakin beragam. Sekaligus ini rangkaian HUT ke-105 tahun Kota Malang yang dipersembahkan untuk warga Kota Malang,” terangnya.
Ditambahkannya, kegiatan ini juga untuk penguatan five co working di lima kecamatan yang menjadi wadah kumpul start up yang ada di Kota Malang. Sehingga perkembangan start up di Kota Malang semakin maju.
“Baru kali pertama ini kami gelar di wilayah kecamatan. Biasanya terpusat di pusat kota. Ini sebagai penguatan co working yang ada di lima kecamatan,” jelasnya. (aim)
 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :