Tambah Lahan Makam 100 Hektar


MALANG - Pemkot Malang kini menghadapi tantangan berat untuk menyediakan lahan makam. Terdapat 4,6 persen dari total 20 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang belum terealisasi, Inilah yang akan dimaksimalkan untuk dimanfaatkan sebagai lahan makam.
Kesulitan mencari lahan untuk RTH khususnya lahan pemakaman menjadi tantangan sendiri. Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pertamanan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Malang Dyah Kusumadewi. Ia mengungkapkan, pemakaman di Kota Malang sudah semakin sempit sehingga tak mengagetkan jika terjadi makam tumpangan seperti di TPU Gading Jalan Pulosari Kecamatan Klojen Kota Malang.
"Pemakaman yang kita kelola semakin sempit.Tak jarang kita temui penolakan warga. Pasalnya jenazah yang meninggal bukan warga setempat. Kasihan dan miris melihatnya. Oleh karena itu, perlu kita cari solusi tepat,” terang Dyah.
Hal ini menjadi isu strategis yang akan dipecah dan dituntaskan pihaknya. Isu strategis mengenai penyediaan kebutuhan lahan pemakaman umum menjadi topik hangat dan merupakan unit krusial yang harus diperhatikan.
Yakni dengan pengadaan lahan 100  hektar dalam program kegiatan. Nantinya akan dibuat seperti konsep blok pemakaman. Dikatakan Dyah ini menjadi solusi dan jawaban tepat dalam permasalahan pengadaan lahan makam.  
“Untuk itu kita beli lahan RTH salah satunya kita beli lahan pemakaman. Itu himbauan dari Pak wali kota” tegasnya.
Dijelaskan pula, UPT dibawah Disperkim salah satunya UPT Tempat Pemakaman Umum berubah menjadi UPT Pengelolaan Pemakaman Umum Kelas B.  Struktur baru sudah beroperasi per Januari 2019 dengan rekomendasi Gubernur agar setiap UPT dilengkapi Sarana Prasana dan Sumber Daya Manusia yang memadai sesuai kebutuhan.
“Maka harus maksimal juga fungsinya untuk menyediakan lahan makam,” pungkasnya. (ica/aim)

Berita Terkait