Tahun 2020 Mulai Terapkan Pelayanan Digital


MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengejar ketinggalan untuk implementasi smart city. Sebagai salah satu bentuk langkah serius, Pemkot mengundang Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk melakukan Rakor Pengembangan Smart City di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Selasa (9/7).
Wali Kota Malang, Sutiaji mengakui, jika saat ini Kota Malang sudah tertinggal jauh dengan wilayah Kota/Kabupaten lain yang sudah menerapkan sistem smart city.
“Ada beberapa unsur, yakni smart city living, Smart Economy dan lainnya. Untuk mengejar ketertinggalan, kami memilih untuk membangun smart government terlebih dahulu,” terang dia setelah acara.
Dengan adanya sistem smart government tersebut, pihaknya akan memaksimalkan layanan publik yang berbasis digital. Dengan begitu, masyarakat bisa telayani dengan baik.
“Sehingga, mampu memunculkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Secara otomatis, nanti program-program pemerintah bisa dijalankan dengan baik,” papar dia.
Rencananya, tahapan smart city tersebut akan dimulai pada awal tahun 2020. Untuk memantapkan langkah, Pemkot Malang berencana mengumpulkan beberapa pihak pada Kamis (11/7) mendatang. “Rencananya, hari Kamis kami akan mengumpulkan A (Akademisi) B (Bisnis, dalam hal ini perbankan), C (Community), G (Government) dan M (Media), disingkat ABCGM,” kata dia.
Nantinya, lanjut dia, akan ada beberapa hal yang akan dibahas.  Salah satunya penerapan dan goal untuk smart city, salah satunya antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan saling terintegrasi.
“Goalnya memang akan terintegrasi. Tapi, pelan-pelan dulu. Saat ini, yang kami sedang ingin integrasikan kembali adalah layanan sambat online dan pelayanan publik,” kata pria berkacamata itu.
Sementara itu, Perwakilan Kemenkominfo, Herry Abdul Aziz menilai, Kota Malang memiliki potensi besar untuk mewujudkan smart city. “Berdasarkan dari paparan tadi, Kota Malang sangat siap. Sebab, memiliki SDM yang sangat mumpuni. Apalagi, disini banyak perguruan tinggi,” jelas dia.
Untuk mengejar hal tersebut, ada beberapa hal yang menjadi catatan khusus untuk segera dibenahi. “Salah satunya, mungkin dari segi branding. Langkah apa yang harus dilakukan supaya city branding ini keluar,” kata dia.
Termasuk, untuk pelayanan publik dan aplikasi sambat online yang sudah dibuat Pemkot Malang. Namun, ia menyayangkan, hal tersebut cenderung terbengkalai. “Saat ini, sambat online sudah dibuat, servernya sudah siap. Namun, tidak jalan. Ini bisa menjadi koreksi,” kata dia.
Selain itu, pihaknya memberikan dukungan untuk wilayah kota atau kabupaten yang ingin mengimplementasikan smart city. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Diantaranya, perlu membuat smartplan dan roadmap. “Ketika sudah jadi semua, kami serahkan ke pemerintah setempat, mereka mau atau tidak. Kami juga tetap melakukan evaluasi,” kata dia.
Dengan adanya berbagai upaya tersebut, Kemkominfo menargetkan beberapa kota dan kabupaten tergerak untuk membangun wilayahnya demi kemajuan masyarakat.
“Target kami smart nation, tidak hanya pemerintah pusat saja, tapi seluruh daerah di Indonesia. Saat ini, sudah ada 100 kota dan Kabupaten  yang menerapkan smart city. Mudah-mudahan wilayah lain mengikuti,” tandas dia.(tea/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :