SLF Bangunan Heritage Terhambat Blue Print

 
MALANG - Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk bangunan heritage di Kota Malang yang masih aktif digunakan sulit diterbitkan. Penyebabnya karena bangunan pada umumnya tidak memiliki gambar dasar alias blue print bangunan asli. 
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Bangunan Gedung Bidang Cipta Karya DPUR Kota Malang, Sahabuddin, ST, MT belum lama ini. Ia menyampaikan pihaknya masih merasa kesulitan saat akan menerbitkan SLF bangunan heritage.
“Ya itulah kenapa walaupun banyak pengajuan pengelola atau pemilik bangunan heritage sampai sekarang belum dapat dilayani secara maksimal. Salah satu alasannya, bangunan berusia tua kebanyakan tak memiliki gambar bangunan,” ungkapnya.
Hambatan yang dikatakan pengelola atau pemilik bagunan pada pihaknya adalah cetak blue print dari banguan heritage tersebut rata-rata sudah tidak ada.   
Kota Malang sendiri, menurut Sahabuddin, tidak sedikit bangunan cagar budaya yang masih aktif digunakan publik dan berusia sangat tua. Ia juga menyebut termasuk Balai Kota Malang.  
"Namun ya seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kita kesulitan di gambar bangunannya. Bangunan cagar budaya itu memang memiliki aturan tersendiri," jelas Sahab.
Meski begitu, ia menjelaskan Pemkot Malang telah berkomitmen agar seluruh bangunan di kota pendidikan ini memiliki SLF. Dengan alasan untuk kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, utamanya di gedung publik.
"Selain gedung publik, rumah pun harusnya memiliki SLF," imbuhnya. Lebih jauh dia menjelaskan SLF yang diterbitkan untuk rumah masa berlakunya adalah selamanya. 
Sedangkan untuk gedung publik setiap lima tahun sekali SLF harus diperbarui dan dicek ulang. Mengingat bangunan publik selalu menampung pengunjung dalam jumlah besar dan ada kemungkinan terus diperbarui.
"Tahun ini kami target ada 12 bangunan yang memiliki SLF. Sekarang sudah terbitkan SLF untuk enam bangunan,” pungkasnya. (ica/van)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...