Seniman Origami Perancis Percantik Kampung Biru

 
MALANG - Seniman origami jalanan asal Perancis, Mademoiselle Maurice yang sempat singgah di Kota Malang, menorehkan karyanya di Kampung Biru Arema Kota Malang. Karya itu berupa rangkaian origami warna-warni pada tembok lorong masuk kampung tematik yang berada di kawasan Embong Brantas, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen itu.
Origami berbentuk burung terbang yang dipasang kali ini tidak dari kertas, melainkan berbahan metal sehingga lebih permanen dan tidak mudah rusak. Maurice yang dibantu suaminya, mulai mengerjakan karyanya Rabu (8/8) kemarin. 
“Sekarang hanya tahap finishing,” ujar Penanggung Jawab Budaya dan Komunikasi Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya, Pramenda Krishna kepada Malang Post.
Acara seni instalasi origami  yang digagas oleh IFI Surabaya ini bertema sportivitas dunia olahraga yang universal. Itu menyesuaikan dengan tema kampung yang bergairah dengan dunia sepak bola. Malang memiliki klub sepak bola kebanggan warga yang memiliki warna khas biru yang menjadi identitas kampung ini. 
“Kebetulan sama dengan nama julukan tim nasional sepak bola Perancis yang baru saja menjadi juara Piala Dunia, Les Bleus yang artinya biru,” terangnya. 
Maurice menjelaskan, karya origami yang dihasilkan merupakan perpaduan elemen alam yang dibentuk mengelilingi bentuk segi lima. Di dalamnya terdapat lukisan putih yang merupakan logo dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). 
“Segi lima itu diambil dari pola bola. Sedangkan origami yang berwarna-warni itu layaknya pelangi yang memberikan warna positif pada Kampung Biru Arema,” jelasnya.
 Menurutnya, karya yang dibuatnya memang sengaja selalu menghadirkan konsep yang berwarna-warni. Tujuannya untuk memberikan warna pada daerah-daerah perkotaan. “Tapi kalau di Kota Malang yang saya lihat masih ada banyak tumbuhan yang menghiasi dan memberikan warna,” jelas Momo, sapaan akrabnya.
Ia mengharapkan, melalui kegiatan ini persahabatan antara Perancis dengan Kota Malang, khususnya di kampung yang dilalui sungai Brantas ini dapat terjalin dengan baik melalui seni. Dengan adanya kenang-kenangan ini, ia berharap Kampung Biru Arema dapat lebih dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata menarik di Kota Malang, khususnya wisatawan mancanegara asal Perancis.
“Ini sudah bukan milik saya lagi, melainkan sudah menjadi properti warga Kampung Biru Arema yang juga bisa dinikmati oleh wisatawan yang datang. Saya senang jika karya saya bisa menjadi konsumsi publik,” imbuh dia. (tia/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :