Perketat Akses Masuk TPA Supit Urang

 
MALANG - Longsor yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang Rabu (11/7) lalu betul-betul menjadi perhatian Pemerintah Kota Malang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan memasang tanda larangan masuk untuk para pemulung di tumpukan  sampah yang sudah tidak lagi aktif. 
“Untuk tahap awal ini kami akan membuat 10 tanda larangan. Kami pasang di sejumlah titik,” kata Kepala DLH Kota Malang Agoes Dwi Poetranto. 
Agoes mengatakan tanda larangan itu dibuat secara portable, sehingga dapat dipindah. Pembuatan tanda larangan tersebut tak menunggu pengalokasian anggaran di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2018.
”Kalau menunggu PAK pasti lama. Padahal, tanda larangan ini sangat mendesak,’’ tambahnya.
Tak hanya itu, di  kawasan terlarang untuk pemulung itu akan dipantau dengan CCTV lebih maksimal lagi. Tujuannya agar seluruh aktivitas di area tersebut dapat diketahui. Termasuk, dari CCTV bisa terlihat aktivitas pemulung.
“Begitu terlihat ada pemulung masuk, petugas langsung bertindak menghentikan,” tambahnya.
Berbeda dengan papan larangan, untuk CCTV, DLH memanfaatkan yang sudah ada. Menurut mantan Kepala Satpol PP Kota Malang ini, di TPA Supit Urang memiliki dua CCTV terpasang. Satu terpasang di area pintu masuk, sedangkan satu lagi di depan area kantor. 
”Rencananya CCTV yang merekam di area kantor ini akan dipindahkan ke tengah atau area tumpukan sampah,’’ katanya.
Dengan adanya CCTV ini akan terlihat semua  kegiatan di tengah. Sehingga begitu ada pemulung masuk, bisa langsung dicegah.  Dia pun berharap tak ada lagi pemulung masuk dan menjadi korban longsor.
Agoes menambahkan lokasi longsor merupakan area yang dilarang untuk pemulung masuk. Sebenarnya sudah direncanakan untuk diurug dengan tanah untuk diratakan. ”Yang longsor itu sudah tidak lagi jadi tempat sampah,” katanya. (ira/van) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :