Pemred Malang Post: Bantu Kami Perangi Hoax


MALANG - Dalam rangka Dies Natalis ke 38 yang juga bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN), Universitas Islam Malang (Unisma) memberikan penghargaan kepada media yang netral menjelang pemilu tahun 2019. Penghargaan simbolis diberikan oleh Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. kepada sejumlah media, salah satu di antaranya Malang Post, Sabtu pagi (9/2).
“Pers sebagai media penyampai informasi dan kontrol sosial seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah,” terangnya.
Pemberian penghargaan sekaligus dilakukan dalam agenda sarasehan yang bertema independensi pers. Independensi dan netralitas media menjelang Pemilu yang menjadi topik utama dalam sarasehan tersebut, ternyata memiliki definisi berbeda dari setiap media. Hal tersebut disampaikan oleh pimpinan sejumlah media.
Seperti yang disampaikan oleh Huda Kadmi Pemred News TV9 Surabaya, pada musim elektoral seperti sekarang, seorang wartawan Indonesia adalah independen, namun belum tentu netral. Menurutnya media boleh berpihak dalam konteks kebenaran secara umum khususnya kepada kepentingan masyarakat, dan tentunya tidak boleh ada intervensi dalam bentuk apa pun di dalamnya.
“Wartawan sebagai penyampai pesan harus memiliki sifat yang sama dengan sifat kenabian, harus bisa dipercaya, memberikan informasi yang sebaik baiknya, menjalankan profesi sesuai dengan amanat, dan yang terakhir harus cerdas,” tambahnya.
Berbeda dengan pernyataan sebelumnya Kepala LPP RRI Malang Teguh Yuli Astuti, merujuk pada Tri Prasetya RRI butir ke 3 bahwa keberpihakan pada golongan tertentu tidak diperbolehkan. RRI memberikan informasi kepada masyarakat dengan berimbang.
“Untuk kampanye pun kami membuat regulasi agar semua Partai  memiliki slot dan durasi yang sama,” tegasnya.