Pelakunya Bungkam, Langsung Dinonaktifkan


MALANG - Jumlah korban dugaan pelecehan seksual  oknum guru SDN Kauman 3 bertambah menjadi sekitar 20 siswa. Wali Kota Malang Drs.H.Sutiaji dan Dinas Pendidikan (Dindik) langsung bergerak cepat. Oknum guru yang diduga cabul itu langsung dinonaktifkan.
Sutiaji bahkan mendatangi sekolah yang berlokasi di kawasan Kauman tersebut,  Senin (11/2) kemarin. Tujuannya untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah dan siswa setelah kasus dugaan pelecehan seksual itu terungkap.
Orang pertama di Pemkot Malang ini pun langsung beri tindakan tegas.  “Yang bersangkutan (oknum guru) langsung menjalani pembinaan. Dia tidak aktif (mengajar), dibawa ke bagian pengawasan,” tegasnya.
Sutiaji mengatakan telah menemui oknum guru yang dilaporkan melakukan tindakan cabul tersebut. "Orangnya tertunduk saja. Diam," ungkapnya saat menceritakan pertemuannya dengan oknum guru tersebut.  
Ia mengungkapkan selintas oknum guru ini memang tidak memperlihatkan gelagat aneh. Raut wajahnya pun tidak aneh. "Dari tipologi wajah memang tidak mencurigakan. Orangnya diam saja,” bebernya.
Meski begitu Sutiaji menegaskan pihaknya bersikap tegas. Proses hukum akan dilanjutkan. Sementara Pemkot Malang menjamin keamanan siswa. Guru yang diduga melakukan tindakan tak pantas itu kini sedang dalam pembinaan Dinas Pendidikan.
Pembinaan berupa pengawasan, melihat dan menelaah kejadian yang didugakan pada oknum guru ini. Sambil si oknum guru dimintai penjelasan, diarahkan untuk mengikuti proses hukum sesuai aturan.
Tindakan tegas sesuai PP 53 tahun 2010 tentang ASN. Sanksinya berupa pemindahan, penurunan jabatan dan sanksi lainnya."Setelah ini saya akan kumpulkan guru-guru. Kami akan koordinasi dengan para kepala sekolah agar menjamin lingkungan sekolah aman," tandasnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto membenarkan pihaknya sudah menonaktifikan guru olahraga berinisial IS yang diduga mencabuli siswa.
Oknum guru tersebut ditempatkan di kantor pengawas SD. Pembinaan berapa lama, ia tidak menjawab lugas. Sebab informasinya, guru tersebut juga akan pensiun pada September 2019 mendatang.
Sedangkan Kepala SDN Kauman 3, Irina Rosemaria menambahkan sudah menceritakan semua kejadian tersebut kepada wali kota. "Saya nggak bisa komentar lagi. Saya mau ada acara di Kepanjen," ucap Irina saat dikonfirmasi. (ica/fin/van)