Menpar: Malang Festival Carnival Keren

 
MALANG  - Karnaval kostum bunga terbesar di Indonesia, Malang Flower Carnival (MFC) 2018 yang akan digelar Minggu (16/9) besok, mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengacungkan dua jempol atas ide karnaval ini, apalagi inovasi untuk ramah terhadap lingkungan. Ia pun tak ragu untuk menyebut MFC 2018 keren. 
"Event-nya keren. Kostum Malang Flower Carnaval itu sudah keliling di berbagai travel mart, festival, dan show di berbagai penjuru dunia. Dan selalu menjadi ajang selfie dan mendapat perhatian khusus pengunjung booth Wonderful Indonesia," ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/9).
MFC tahun ini dikemas berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, pelaksanaan kostum karnaval dari bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Inovasi tersebut merupakan salah satu langkah dalam mengampanyekan pelestarian lingkungan.Salah satu peraturan pada peraturan MFC tahun ini, kostum peserta 75 presen harus menampilkan ornamen bunga, namun ornamen itu dibuat dari barang-barang bekas atau daur ulang. “Produk yang ditampilkan juga sangat fashionable,” ungkapnya.
Ribuan penonton diperkirakan akan memadati sepanjang jalan Ijen, Kota Malang. Pada MFC ke-8 ini pengunjung yang hadir bisa mencapai 10 ribu penonton. Mereka akan menyaksikan  parade dan kompetisi kostum tingkat nasional di sepanjang 800 meter jalan yang menjadi catwalk bagi seluruh peserta.
Pagelaran besar ini juga akan dikemas menarik dengan menyuguhkan beragam penampilan dimulai pukul 10.00 WIB dengan berbagai lomba. Sementara pukul 13.00 WIB acara akan dimeriahkan pula oleh penampilan band perkusi, senam dari Perwosi, dan tarian pembuka yakni tari kreasi tradisional dan parade peserta MFC 2018.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, SH.M.Si, mengungkapkan, pada MFC 2018 selain dikemas menarik juga hadir beberapa tokoh penting seperti Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata serta kepala daerah di Indonesia.
“Yang sudah mengkonfirmasi hadir di MFC 2018 ini diantaranya DPR, dinas, dan Pemda Semarang, Gorontalo, Berau, Provinsi Jatim, Sumatera Utara, Pasuruan, Disbudpar se-Jawa Timur, dan juga dihadiri oleh mahasiswa asing yang ada di perguran tinggi Malang Raya serta mahasiswa asing yang ada di Surabaya,” ujar Ida, sapaan akrabnya.
Pada MFC 2018 ini ratusan peserta baik dari instansi, sekolah, komunitas, hotel maupun perorangan akan melintasi catwalk sepanjang 800 meter.  Mereka nantinya akan memperebutkan hadiah mencapai Rp 40 juta serta trofi wali Kota Malang.
“Konsep pelestarian lingkungan diambil untuk bahan daur ulang kostumnya dengan tema “Eksotika Bunga Nusantara”,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Kreativ Disbudpar Kota Malang, Heri Sunarko, menambahkan,  pada pagelaran MFC didalamnya memiliki potensi menghidupkan ekonomi kreatif yang ada di Kota Malang seperti bidang fashion, kuliner, fotografi, kriya, dan seni pertunjukan, dan drama.
“Konsep ekonomi kreatif itu menghidupkan banyak orang yang dikolaborasikan menjadi satu kesatuan didalamnya ada tiga nyawa seperti produk domestic bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan nilai ekspor. Ketiganya sudah dikemas satu dalam bentuk MFC ini,” pungkasnya. (lin/dtc/aim)

Berita Lainnya :