Masa Kelola Pasar Blimbing Jadi Ganjalan Investor


MALANG - Revitalisasi pasar rakyat yang bekerjasama dengan pihak ketiga (investor, red) yang mangkrak akan segera di evaluasi dan dikaji kembali. Ketiganya, Pasar Blimbing, Pasar Gadang dan Pasar Besar. Harapannya segera ada kejelasan hukum dan hal lain yang masih mengganjal untuk kelanjutan pembangunannya.
Salah satu kendala yakni pembahasan adendum. Hal ini terjadi di Pasar Blimbing, pasar yang sudah 10 tahun lebih belum berjalan revitalisasinya. Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menjelaskan, tahun ini pihaknya akan melakukan komunikasi intens dengan investor terlebih dahulu. Tidak hanya pasar ini saja, tapi pembangunan Pasar Gadang juga Pasar Besar.
"Tahun ini akan kami pastikan dan beritahukan progressnya. Kami akan undang semua pihak yang terkait," terang Sutiaji.
Diketahui, adendum Perjanjian Kerjasama (PKS) masih menjadi kendala tersendiri untuk penyelesaian pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Blimbing tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menyampaikan, saat ini Pemerintah Kota Malang dan investor masih difasilitasi oleh DPRD Kota Malang berkaitan dengan realisasi pembangunan pasar tersebut. Karena masih terdapat perbedaan pendapat berkaitan dengan masa pengelolaan pasar oleh investor paska dibangun nantinya.
"Jadi masa pengelolaan pasar oleh investor masih menjadi perdebatan, dan kami masih menunggu," jelasnya.
Wahyu berujar, investor menghendaki mengelola pasar dengan durasi 30 tahun, setelah pasar usai dibangun secara fisik. Sementara dalam aturan yang dibuat dalam Permendagri, dijelaskan jika masa pengelolaan pasar adalah 30 tahun sejak PKS ditandatangani.
"Dan PKS sudah ditandatangani pada 2010 lalu. Seandainya dibangun tahun ini, maka masa pengelolaan oleh investor tinggal 21 tahun, Kalau dibangun tahun depan berkurang jadi 20 tahun. Tapi investor mintanya tetap 30 tahun saat dibangun, ini masih jadi perdebatan," jelas pria yang menggemari motor trail ini.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Malang akan tetap patuh dengan peraturan yang dibuat. Saat ini dia pun memilih untuk menunggu keputusan dari ke dua belah pihak. Sehingga untuk sementara waktu tidak ada langkah yang bisa diambil.
"Kami hanya bisa membuat pedagang merasa nyaman berdagang. Karena kondisinya memang masih seperti ini," pungkasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :