Longsor, Rumah Warga Nyaris Terkubur

DITUTUP: Lokasi yang longsor dan menutup sebagian rumah di tutupi terpal agar tidak kembali longsor.
 
MALANG - Hujan lebat yang terjadi Rabu (13/3) kemarin ternyata menimbulkan tanah longsor di Jalan Tapak Siring, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Akibatnya, rumah warga terkubur longsoran. Jembatan pelor yang ada di sebelahnya juga ditutup sementara, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Salah satu warga, Tumaryono (49) menjelaskan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 14.40 saat hujan lebat mengguyur Kota Malang. Ia sedang asyik menonton televisi sembari menunggu pertandingan sepak bola.  "Saat itu, saya merasakan getaran yang diikuti dengan suara benda terjatuh. Suaranya bergemuruh," terang Tumaryono. 
Karena curiga, ia mendatangi sumber suara. Dia sempat ternganga melihat tanah yang berada di samping rumahnya tersebut longsor.   Tanah yang longsor itu merupakan plengsengan yang telah ditanami pohon nangka dan pohon pepaya.
"Pondasi  plengsengan ini kurang kuat. Sehingga mengakibatkan tanah longsor," kata dia.
Kejadian tersebut mengakibatkan dapur rumahnya terkubur longsoran. Selain itu, juga menyebabkan tanah yang berada di rumah tersebut retak dan pipa air bocor. Bahkan, lantai yang berada di sebuah kamar tersebut ambles dan terbuka. "Kami masih beruntung, longsoran itu tidak membuat tembok kami roboh. Kami langsung mengevakuai barang-barang untuk ditampung di rumah saudara," terangnya.
BPBD Kota Malang yang telah turun dilokasi kejadian  telah memberikan santunan berupa tiga paket  sembako dan satu karpet. "Untuk sementara ini kami tidur di rumah saudara kami yang berada di samping rumah ini," papar dia. 
Ketua RT setempat, Winulyo Hadi mengatakan, kejadian longsor di daerahnya ini sudah terjadi dua kali, yaitu pada tahun 1998 dan 2019 ini. "Kejadiannya sama, yaitu plengsengan yang ambrol akibat hujan deras," jelas dia. 
Menurutnya, longsor yang terjadi di rumah Turmayono itu akibat posisi kemiringan plengsengan terlalu miring. Plengsengan itu bukanlah plengsengan yang asli ketika dibangun pada tahun 1970-an itu.
"Dulu, kondisinya tidak seperti saat ini. Posisi kemiringan normal, namun semenjak plengsengan ini dibongkar oleh sesepuh rumah yang dulu, jadinya tegak lurus, dan itu rawan longsor," tandas dia. 
Saat ini, longsoran tersebut kini telah di tutup kain terpal berwarna biru oleh petugas BPBD Kota Malang. Selain itu, jalan alternatif yang berada di Jembatan Pelor itu ditutup sementara selama proses evakuasi.(tea/aim) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :