Lebaran, Pendapatan Pajak Resto Naik Rp 3 Miliar


MALANG – Liburan lebaran yang panjang menjadi berkah bagi  Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang. Dampak dari tol Malang-Pandaan banyak masyarakat yang berkunjung ke Kota Malang dan menghabiskan uangnya untuk berbelanja dan menikmati kuliner di Kota Malang. Imbasnya, pajak yang diperoleh BP2D meningkat signifikan.
Pemasukan pajak baik resto, hotel dan lainnya, pada  libur lebaran di Kota Malang mengalami kenaikan mencapai Rp 3 miliar. Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang Ir Ade Herawanto mengatakan, pembukaan  tol memberi dampak signifikan dalam perekonomian di Kota Malang.
"Ya karena ada tol banyak orang wisata pakai kendaraan pribadi, mampir kuliner dan cari oleh-oleh di Kota Malang," kata Ade kepada Malang Post.
Selama libur Lebaran pihaknya “panen' pajak khususnya di sektor restoran dan hotel. Ade menjelaskan,  jumlah penerimaan pajak dari sektor restoran dan hotel naik tajam dibanding tahun sebelumnya.
Saat ini jumlah wajib pajak (WP) restoran saja mengalami peningkatan menjadi 1.700 WP. Dengan perolehan pajak sampai awal Juni mencapai Rp 32,23 miliar. Di periode yang sama di tahun lalu, perolehan pajak dari sektor restoran mencapai kurang lebih Rp 29 miliar.
"Tahun ini restoran dan hotel jauh lebih ramai. Sepertinya ini dampak setelah dibukanya tol Mapan, pasti ada yang sengaja datang untuk menikmati kuliner atau sekedar mencoba tol saja. Imbasnya sangat bagus untuk sektor kuliner di Kota Malang," tambahnya.
Menurutnya, tingkat keramaian restoran tersebar di lima kecamatan. Namun yang paling mendominasi di kawasan Kecamatan Klojen, Kecamatan Lowokwaru, dan Kecamatan Blimbing.
Ini juga menjadi potensi yang terus digali untuk mengais pendapatan dari sektor pajak.
"Sebelum lebaran sampai H+7 lebaran, Satgas resto dan hotel BP2D tetap melakukan upaya jemput bola untuk meraup pendapatan lebih tinggi. Jadi mereka belum libur saat lebaran," pungkasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :