KPU Coret 2.215 Pemilih dalam DPT

 
MALANG - Jumlah pemilih Kota Malang untuk Pemilihan Legislatif  dan Pilpres 2019 bertambah sebanyak tujuh ribu pemilih. Pada Pilkada Kota Malang lalu, jumlah pemilih sebanyak 600.646 pemilih, pada Pemilu 2019 mendatang, jumlah pemilihnya mencapai 608.600 pemilih.
Kepastian jumlah ini ditetapkan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan Tingkat Kota Malang di Kantor KPU Kota Malang, Kamis (13/9). Komisioner KPU Kota Malang Deny R Bachtiar menjelaskan, jumlah ini meningkat berdasarkan pencermatan-pencematan yang dilakukan secara seksama.
“Kami benar-benar cermati lagi dari DPT sebelumnya dan mencari pemilih-pemilih baru. Sekaligus memangkas data-data ganda,” tegas komisioner yang membidangi divisi perencanaan dan data KPU Kota Malang ini. 
Ia menjelaskan, jumlah DPT di lima kecamatan di Kota Malang antara lain, Kecamatan Blimbing 131.075 pemilih, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 140.052 pemilih, Kecamatan Klojen sebanyak 76.512 pemilih, Kecamatan Lowokwaru 117.121 pemilih, dan Kecamatan Sukun 143.840 pemilih.
Pihaknya mencoret 2.215 pemilih dari hasil perbaikan final ini dibandingkan dengan angka DPS Pileg belum  lama ini. Pencoretan dilakukan lantaran banyaknya pemilih ganda yang terdeteksi setelah dilakukan verifikasi di lapangan. Selain itu, ada juga pemilih yang meninggal dunia.
"Ada juga pemilih baru yang kemudian terdaftar,” terang alumnus Universitas Merdeka Malang ini. 
Pemilih ganda itu menurutnya, dikarenakan beberapa hal, diantaranya NIK dan nama daftar pemilih sama, baik antar satu TPS, antar kelurahan, dan antar kecamatan. Meski telah ditetapkan, verifikasi lapangan akan terus dikakukan.
Untuk pemilih pemula yang genap berusia 17 tahun di hari pencoblosan, maka diperkenankan memilih dan masuk dalam daftar pemilih khusus seperti Pilkada atau Pileg sebelumnya.
"Untuk mahasiswa wajib mengisi formulir daftar pemilih tambahan," pungkasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :