Harga Sumber Air Wendit Terlalu Murah


MALANG - Pemanfaatan Sumber Air Wendit oleh PDAM Kota Malang kembali bermasalah. Terbaru kebijakan Kementerian PUPR tentang  Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (BJPSDA) Rp 133 per meter kubik yang wajib diserahkan PDAM Kota Malang diprotes.
DPRD Kabupaten Malang, Sekda Kabupaten Malang dan sejumlah instansi terkait di Pemkab Malang, Selasa (12/2) hari ini mendatangi Kementerian PUPR di Jakarta.  Mereka mempertanyakan surat Kementerian PUPR No SA.02.03-Mn/253, 6 Febuari 2019  tentang BJPSDA.
DPRD Kabupaten Malang beranggapan, BJPSDA sebesar Rp 133 tak tepat. Sebab PDAM Kabupaten Malang hanya mendapatkan Rp 100 saja. Sementara Rp 33 dibayarkan kepada Perum Jasa Tirta I.
"Kami ke kantor Kementerian PUPR untuk melakukan klarifikasi  surat penjelasan yang dikeluarkan kementerian tersebut, dan berisi tetang masalah tarif," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko.
Hari mengatakan kewajiban PDAM Kota Malang membayar Rp 133 per meter kubik untuk pengolaan sumber air Wendit sangat tidak masuk akal. Lebih-lebih dari biaya tersebut, PDAM Kabupaten Malang hanya mendapat Rp 100 saja. Karena sisanya diberikan kepada Perum Jasa Tirta I yang menaungi sumber air Wendit.
Hari mengatakan, sebelumnya PDAM Kabupaten Malang mengusulkan agar PDAM    Kota Malang membayar Rp 600 per meter kubik untuk BJPSDA  pengolaan sumber Wendit.
Besaran biaya itu bukan asal tulis. Ada rincian  yang membuat PDAM Kabupaten Malang mengusulkan harga Rp 600 per meter kubik. Salah satunya penghitungan laba yang dimiliki PDAM Kota Malang, Rp 1.200 per meter kubik.
"Kami mendukung harga yang diusulkan PDAM Kabupaten Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang," ungkapnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :