Dorong Semua Pasar Terapkan E-Retribusi

 
MALANG  -  Komitmen Pemkot Malang untuk melestarikan pasar tradisional sebagai salah satu penopang perekonomian bangsa. Karena pasar tradisional salah satu media bertransaksi yang patut di pertahankan oleh masyarakat.  Karena itu, Pemkot Malang terus merevitalisasi pasar tradisional untuk menjadi nyaman, sehat dan bersih. Seiring berjalannya waktu, pasar tradisional juga dituntut untuk memodernkan diri, agar masyarakat juga selalu nyaman berbelaja disana. 
"Pasarnya tetap tradisional, namun manajemen dan pengelolaannya haruslah dibuat modern. Agar segala transaksi yang ada juga dapat diakses sebagai bentuk keterbukaan informasi publik,"  kata Plt Wali Kota Malang Sutiaji disela-sela Talkshow yang dilaksanakan di Pasar Oro-Oro Dowo, Kamis (9/8).
Dijelaskannya, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dengan menerapkan e-retribusi bagi seluruh pedagang di pasar tradisional. Beberapa pasar sudah mulai lebih dulu melaksanakan e-retribusi antara lain, Pasar buku Wilis, Pasar Klojen, Pasar Bareng,  Pasar Kota Lama, dan Pasar Oro-Oro Dowo.
"Kedepan kami berharap agar seluruh pasar di Kota Malang dapat segera melaksanakan program e-retribusi agar jalannya uang retribusi dapat terarah dan juga menghindari peredaran uang palsu," terang Sutiaji. 
E-retribusi itu kerjasama dengan BPD Bank Jatim Cabang Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perdagangan Kota Malang akan terus berupaya dan mensosialisasikan program e-retribusi ini kepada seluruh pedagang di pasar tradisional yang ada di Kota Malang. 
Selain itu, Sutiaji juga mengimbau dan mendorong agar para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Malang berbelanja di pasar tradisional.
"Pasar tradisional merupakan basis perekonomian masyarakat yang turut memperkuat perekonomian bangsa kita; karena di pasar tradisional perputaran uang di nilai sangat tinggi" ujar Sutiaji.
Sutiaji juga berpendapat bahwa di pasar tradisional banyak sekali terjadi transaksi dan barter yang dilakukan antara penjual dan pembeli sehingga masing-masing pihak memperoleh keuntungan. (ira/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :