Cockpit Band Obati Kerinduan Pecinta Genesis

 
MALANG - Siapa yang tidak mengenal Genesis? Salah satu band rock legenda asal Inggris era 80-90 an dengan karya-karyanya yang monumental ini memang sudah tidak lagi berkarya. Akan tetapi orang-orang masih bisa mengingat dan mendendangkan lagu-lagunya hingga kini. Salah satunya lewat sebuah band yang menyanyikan ulang lagu-lagu khusus band Genesis. 
Di Indonesia, sebuah band yang hampir identik dengan Genesis telah lama menjadi salah satu grup band yang digandrungi anak muda, merekalah tergabung dalam  “Cockpit Band”. Mulai era 80 an sampai sekarang Cockpit selalu mengibarkan panji-panji Genesis di tanah air, sebuah totalitas dan loyalitas Cockpit terhadap Genesis yang tanpa batas. Inilah mengapa mereka dihadirkan kembali utamanya di Kota Malang. 
Museum Musik Indonesia menggelar Konser yang menghadirkan Cockpit hari ini. Pendiri MMI HengkI Herwanto menyampaikan hal ini dilakukan bagi peggemar-penggemar lagu Genesis di Bumi Arema ini. 
“Mengingat banyak dan seringnya grup-grup yang memainkan lagu-lagu Genesis di Bumi Arema dengan genre art rock dan progresive rock yang banyak digandrungi warga Kota Malang,” ungkapnya.
Maka dari itu Cockpit yang selama ini “setia” mengumadangkan genre dan lagu-lagu Genesis hingga saat ini, dihadirkan untuk memanjakan kerinduan warga pecinta musik di Kota Malang. 
“Kita hadirkan di My Place Malang, Cockpit Band yang digawangi Arry Syaff sebagai vokalis, Yaya Moektio Drum, Odink Nasution Gitar, Dave Lumenta Kibor, dan Raidy Noor pada Bass akan menemui, menyapa, dan mengajak penggemarnya untuk bernyanyi dan bergoyang bareng, melantunkan karya-karya dahsyat Genesis lewat album Second Out dan hits yang lain,” papar Hengki.
Selain menghadirkan bintang utama Cockpit, MMI juga memberikan kesempatan kepada grup band lokal Malang yang ikut mendampingi konser ini. Yakni dengan mempersembahkan Tiga Nada And Friends, grup ajaib dengan personil yang rata-rata masih bersekolah di tingkat SD. 
“Mereka kami percaya menjadi band pembuka yang menghangatkan suasana, sebelum publik digeber dengan lagu-lagu Genesis yang ditampilkan secara presisi, detail dan penuh power,” pungkas Hengki. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :