Besi Avur Drainase Jalan Ijen Jadi Incaran Pencuri


MALANG - Besi avur drainase di Jalan Besar Ijen masih menjadi incaran mereka yang tidak bertanggung jawab. Kali beberapa besi cor yang tertanam di pinggir jalan itu hilang. Februari lalu, satu lagi besi avur drainase hilang di Jalan Besar Ijen, tapi hingga kemarin belum ada tanda-tanda untuk dipasang penggantinya.
Padahal posisinya berada di jalan strategis Kota Malang yang selalu ramai dengan kendaraan dan wisatawan. Lubang drainase yang menganga hanya diberi garis bentangan tali plastik berwarna hitam dan kuning. Jika dibiarkan terus-menerus, tentunya kondisi tersebut bisa membahayakan para pengguna jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Hadi Santoso mengungkapkan, terkait besi avur drainase yang ada di sekitar Jalan Besar Ijen, sebelumnya sudah dilakukan pemasangan. “Namun, selang beberapa hari, besinya hilang lagi entah kemana,” terang pria yang akrab disapa Soni ini.
Soni menguraikan, ketika melakukan pemasangan besi avur drainase, pihaknya sudah melakukan pemasangan dengan cara di cor. “Ketika memasang, kami sudah melekatkan dengan cor. Kalau dilewati truk, masih kuat,” terang dia.
Selain itu, pihaknya melakukan pengelasan untuk avur besi tersebut agar susah untuk dilepas. Sehingga untuk membukanya harus melakukan pembongkaran tersebih dahulu. Namun, pengelasan tersebut tidak bisa dilakukan di kedua sisi. Sebab salah satu sisinya merupakan engsel untuk membuka dan menutup besi avur tersebut. “Kita sudah las besi avur drainase itu. Sehingga untuk membukanya harus dibongkar terlebih dahulu. Kami mungkin perlu menambah lasnya lagi, tapi jika dilas semuanya akan menyusahkan petugas kami untuk melakukan pembongkaran,” papar dia.
Namun, kenyataannya, besi avur drainase tersebut justru kembali hilang. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan dan akan segera melakukan penggantian. “Selain di Jalan Ijen, ada beberapa titik yang besi avur drainasenya hilang.. Akan kami data dan ganti sesegera mungkin,” tegas Soni.
Soni mengungkapkan, terkait pengadaan besi avur drainase tersebut, pihaknya sudah mempersiapkan anggaran khusus. “Kami ada anggaran insidentil untuk drainase. Kemungkinan, minggu depan akan segera kami ganti,” tandas dia.
Akibat avur besi yang hilang, pihaknya tentu mengalami kerugian. Namun, ia tidak membeberkan berapa jumlah kerugiannya. “Kerugian yang paling besar adalah terganggunya drainase. Sebab, avur besi drainase tersebut sangat penting sebagai penyaring kotoran ketika hujan dan ketika ada air yang masuk ke saluran drainase tersebut,” pungkas dia.(tea/aim)

Berita Terkait